ACEC UMS menyelenggarakan Pelatihan Teach plus : Menjadi sahabat untuk Siswa dan Remaja

Dikirim oleh ridlo pada Sen, 07/16/2018 - 09:07
teaching-plus

Sikap memanusiakan manusia dalam dunia pendidikan perlu diperhatikan oleh seorang tenaga pendidik maupun calon  tenaga pendidik terhadap siswa. Pemberian hukuman secara fisik disekolah masih sering dijumpai, harusnya pemberian hukuman fisik tersebut menjadi jalur pilihan terakhir. Melihat fenomena tersebut Alumni Career and Employment Center Universitas Muhammadiyah Surakarta (ACEC UMS) menyelenggarakan Mini Workshop Teacher Plus.

Pelatihan yang memiliki tema “Teacher Plus : Untuk menjadi sahabat bagi remaja” ini diselenggarakan di ruang Seminar FEB lantai II UMS pada hari Ahad (15/07). Pelatih dalam mini workshop tersebut difasislitatori oleh Admira Eka Ruzelani dan Mega Cipta W., M.Psi., keduanya adalah Alumni Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Peserta pelatihan tersebut diikuti oleh 9 peserta yang berasal dari guru di sekolah-sekolah sekitar UMS, serta mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMS. Patria Jati Kusuma sebagai panitia penyelenggara menjelaskan bahwa kegiatan ini terbuka untuk umum baik guru maupun mahasiswa “Acara ini terbuka untuk umum, kebetulan kali ini diikuti oleh 9 peserta, 8 orang berprofesi guru sementara 1 orang mahasiswa FKIP UMS sendiri” paparnya. 

Kesejahteraan bagi para siswa diperlukan guna membantu siswa untuk menyelaraskan tuntutan dari dalam diri dan lingkungan yang ditandai oleh adanya efek positif seperti rasa aman, tentram, damai dan bahagia. Sehingga model pelatihan Teacher Plus ini dilakukan dengan model ceramah, diskusi dan role play. Lebih lanjut Patria menjelaskan acara ini dilakukan dari pagi hingga sore hari “Model kegiatannya Pagi sampai siang ceramah dan diskusi, nanti dilanjutkan setelah istirahat peserta melakukan role play yang sesuai tema pelatihan kali ini”.

Tindak lanjut dari pelatihan ini akan diadakan monitoring peserta melalui grup WhatsApp dan rencananya lulusan dari pelatihan ini akan dikumpulkan kembali 2 bulan setelah pelatihan. Tujuannya untuk mengetahui sejauh mana manfaat dan hasil pelatihan yang telah diikuti peserta. Bahkan Tim penyelenggara bersedia jika dibutuhkan untuk terjun langsung kesekolah membantu permasalahan guru dan siswa. “Nanti akan ada follow up-nya, dua bulan setelah ini peserta diundang lagi, selain itu akan dibuat grup WhatsApp sebagai media komunikasi antar peserta dan pelatih kedepannya” Pungkasnya. (Risqi)