Bekali Pengurus UKM 2019, Bagian Kemahasiswaan UMS Gelar Baitul Arqam

Dikirim oleh ridlo pada Kam, 02/28/2019 - 13:59
darularqom-ukm

Pembekalan kepada pengurus baru Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UKM UMS) adalah hal yang rutin dilakukan setelah adanya pelantikan pengurus baru. Kali ini Bagian Kemahasiswaan UMS memberikan pembekalan berupa kegiatan Baitul Arqam Fungsionaris Ormawa 2019 di Asrama Haji Donohudan.

Kegiatan yang mengambil tema 'Merajut Sinergi Ormawa Menuju Mahasiswa Muhammadiyah Berkemajuan' ini dilaksanakan selama 2 hari, Jumat-Sabtu (22-23/2/2019). Peserta yang hadir dalam kegiatan ini diwakili oleh 2 mahasiswa dari setiap UKM di lingkungan UMS. Tujuan dari diundangnya 2 perwakilan tersebut agar nantinya setelah kegiatan ini, mereka dapat mensosialisasikan hasil tersebut kepada rekan-rekannya di UKM masing-masing.

Kepala Bagian Kaderisasi dan Da’wah, Dra. Mahasri Shobahiya, M.Ag yang dalam kegiatan tersebut sebagai penanggungjawab mengungkapkan kegiatan ini dilaksanakan guna member bekal kepada pengurus UKM yang baru.

“Baitul arqam ini dalam rangka member bekal bagi para pengurus baru untuk mengemban amanah sebagai pengurus di masing-masing ormawa,” ungkapnya.

Baitul arqam merupakan kegiatan yang cukup penting meskipun para mahasiswa di UMS ketika semester 1 dan 2 telah mengikuti Baitul arqam di Pondok Shabran. Akan tetapi untuk kegiatan Darul Arqam Dasar (DAD) belum semua mahasiswa dapat mengikutinya. Sehingga kegiatan ini menjadi jembatan bagi mereka yang belum mengikuti DAD.

Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang telah diselenggarakan selama 2 tahun. Baitul Arqam merujuk pada ruang ligkup materi Al Islam sesuai dengan Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM). Di dalam PHIWM sendiri terdapat materi berupa aqidah, ibadah, dan muamalah. Dalam materi berkenaan tentang aqidah ini diwadahi dengan tauhid.

Selanjutnya, mahasiswa juga diberikan kegiatan berupa Training of Trainer (TOT). Dalam kegiatan ini mahasiswa akan dibekali dengan pengetahuan dan skill yang berkenaan dengan organisasi. Disini mereka akan diberikan materi mengenai administrasi yang wajib dilakukan dalam sebuah organisasi.

Dra. Mahasri juga berharap agar kedepan sebuah ketauhidan dapat member warna kepada para pengurus UKM dalam melakukan aktivitas di organisasi.

“Harapan kami dari materi ini, apa yang dilakukan oleh teman-teman kedepan lewat ormawa masing-masing itu, ketauhidan itu benar-benar bias mewarnai dalam melakukan aktivitas, mulai dari menyusun program, pelaksanaan program, sampai pada pelaporan dan evaluasi di akhir periode itu,” harapnya. (Khairul)