Buktikan Kualitas, Alumni Farmasi UMS Berkiprah di BPOM RI

Dikirim oleh ridlo pada Rab, 02/21/2018 - 09:36
lulusan-farmasi

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) merupakan kampus yang sudah cukup lama berdiri. Telah banyak lulusan yang meraih kesusksesan setelah menyelesaikan studinya di UMS, beberapa diantaranya adalah lulusan dari Fakultas Farmasi yaitu Azizah Munaya, S.Farm. Apt dan Saidah, S.Farm. Apt. Keduanya kini telah berhasil mendapatkan jabatan yang cukup tinggi di Pusat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jakarta.

Pelantikan atas jabatan yang berhasil mereka raih diberikan secara langsung oleh Dr. Peny Lukito, MCP selaku kepala BPOM. Pelantikan yang dilaksanakan di aula Gedung C BPOM Jakarta ini melantik sejumlah Pejabat Struktural Eselon II, III, dan IV, Kamis (15/02/2018).

Azis Saifudin, Ph.D selaku Dekan Fakultas Farmasi mengungkapkan bahwa selama menjadi mahasiswa mereka merupakan mahasiswa yang memiliki prestasi dalam hal akademik. "S1 nya itu mereka cumlaude. Jadi secara kapasitas akademik itu diatas rata-rata. Kemudian dengan hal itu menunjukkan bahwa mereka memiliki integritas yang tinggi sehingga dipercaya disana," ungkapnya ketika ditemui di Laboratorium Fakultas Farmasi UMS, Selasa (20/02/2018).

Azizah sendiri merupakan mahasiswa S1 angkatan 2001 Fakultas Farmasi UMS. Ketika menjadi mahasiswa, dirinya berhasil menyelesaikan studinya tersebut selama 3,5 tahun, setelah itu dirinya langsung mengambil pendidikan profesi Apoteker dan berhasil menyelesaikan masa studinya pada tahun 2006. Seusai itu, dia juga sempat menjadi dosen tidak tetap di lingkungan UMS kurang lebih 1 tahun, dan masuk di BPOM Jakarta pada 2009 silam.

Berbeda dengan Saidah. Dia merupakan mahasiswa S1 Fakultas Farmasi angkatan 1999 yang berhasil menyelesaikan masa studi S1 sekaligus pendidikan profesi Apotekernya pada 2004 silam. Setelah kelulusannya tersebut 1 tahun kemudian kemudian dia berhasil diterima di BPOM Jakarta.

Setelah melihat kiprah kedua mahasiswanya dahulu, Azis mengungkapkan bahwa meskipun UMS merupakan universitas swasta, namun tetap memiliki alumni yang dapat berkompetisi di luar. "Alumni UMS itu bisa lah untuk berkompetisi selama kita bisa memilih mahasiswa. Kemudian kurikulumnya itu dibuat relevan dengan sarana dan prasarana lab yang cukup modern. Dan yang jelas memotivasi mereka untuk berprestasi dimanapun mereka setelah lulus," ungkapnya.

Selain itu dia juga menambahkan bahwasannya sebagai universitas swasta maka UMS harus memiliki metode PBM yang tidak biasa dalam memotivasi mereka. "Sebab jika kita masih klasik saya kira lulusan kita akan tertinggal karena kita tidak mungkin mengajar mereka seperti orang-orang yang punya talent tinggi," tambahnya.

Di akhir perbincangan dia juga berharap agar nantinya Azizah dan Saidah segera mengambil jenjang S2. Hal tersebut karena di instansi sekarang tingkat pendidikan sangat diperhatikan, sehingga ketika mereka dapat meraih jenjang pendidikan yang lebih tinggi maka kualitas mereka akan semakin diperhitungkan. (Khairul)

Sumber Foto: https://www.pom.go.id/new/view/more/berita/14038/Pelantikan-Pejabat-Struktural--Langkah-Awal-Perubahan-BPOM.html