Cepat Tanggap Darurat UMS, Kirimkan Tim HW Ke Lombok NTB

Dikirim oleh ridlo pada Jum, 08/10/2018 - 09:00
relawan-hw-lombok

Penderitaan masyarakat di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) akibat gempa yang terjadi beberapa waktu lalu turut dirasakan oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Hal ini membuat UMS tergerak membantu para korban yang terkena musibah tersebut dengan mengirim tim ke NTB untuk bergabung dengan relawan lainnya dalam membantu korban gempa sejak Selasa (7/8/2018).

Sebelum berangkat ke Lombok mereka berkumpul di Sekretariat SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia (SARMMI) yang ada di Solo. Setelah itu mereka berangkat bersama-sama dengan para anggota SARMMI. Dari Solo menuju ke Bandara Juanda Surabaya menggunakan bus. Sesampainya disana mereka beralih menggunakan jalur udara untuk menuju Lombok. 

Tim dari UMS yang berangkat ke NTB berasal dari mahasiswa anggota Hizbul Wathan (HW) UMS. Mereka adalah Muhammad Risqi Mei Sonjaya, Afifi Fauzi dan Itsna Rosyada. Risqi menjelaskan bahwa target operasi mereka disana adalah untuk membantu pendataan dan pencarian korban gempa tersebut.

“Di NTB kami bergabung dengan relawan Muhammadiyah lainnya yang sebelumnya sudah berada di sini. Target rencana operasi yang akan kami lakukan adalah membantu pendataan kebutuhan pokok korban bencana, pencarian dan pendataan lokasi-lokasi yang belum tertangani, pelayanan medis, serta pencarian dan pertolongan korban bencana gempa bumi,” ungkap Risqi melalui sambungan telepon, Kamis (9/8/2018).

Lebih lanjut dia menjelaskan dalam misi kemanusiaan ini didukung penuh oleh kampus. Ini sebagai bentuk kepedulian terhadap musibah yang dialami warga Lombok, NTB. Disana selain membawa peralatan bencana, mereka juga memberikan obat-obatan yang nantinya akan digunakan untuk korban luka. Saat ini obat-obatan yang dibawa memang belum terlalu banyak. Sehingga disana mereka juga akan survei lapangan terkait obat-obatan yang dibutuhkan dan menghubungi kampus untuk mengirim obat-obatan tersebut.

Keberangkatan tim tersebut sebagai tim penghubung dengan potensi-potensi yang ada di UMS. Begitu tiba di lokasi bencana, tim ini sudah disibukkan dengan upaya pertolongan. “Kami langsung disibukkan dengan pelayanan medis terhadap korban. Sasaran warga yang kami tuju yaitu tempat yg belum tersentuh relawan, sehingga kita mendirikan posko rintisan,” ungkap Risqi.

Dijelaskan juga olehnya bahwa mereka membutuhkan personel tambahan. “Selain akan mengupayakan anggota HW dari Mataram, mereka juga akan mengusahakan angota tambahan dari HW Solo,” jelasnya. 

Saat ini mereka juga membuka posko rintisan di Dusun Bulan Seku, Desa Geglang, Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Pembukaan posko ini selain untuk pelayanan medis, juga dapat digunakan untuk membantu membuka sanitasi darurat karena sanitasi di lokasi mengalami kelumpuhan. (Khairul)