Cepat Tanggap Korban Bencana, Lazismu UMS Salurkan Bantuan ke Pekalongan

Dikirim oleh ridlo pada Rab, 01/30/2019 - 08:34
bantuanbencana-pekalongan

Curah hujan yang cukup tinggi mengakibatkan Kota Pekalongan mengalami banjir. Dalam rangka meringankan musibah yang dialami warga, Lazismu Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengirimkan bantuan kepada para korban bencana, Senin (28/1/2019).

Pengiriman bantuan yang dilakukan oleh Lazismu UMS ini tergolong cepat. Dalam penyaluran bantuan ini, Lazismu UMS memberikan bantuan berupa logistik dan uang tunai sesuai kebutuhan warga disana. Selanjutnya, bantuan yang dibawa oleh Lazismu UMS disalurkan kepada tim Muhammadiyah Disaster Management Center Pimpinan Daerah Muhammadiyah (MDMC PDM) Kota Pekalongan untuk disalurkan kepada korban.

Sekretaris MDMC PDM Kota Pekalongan, Titis menjelaskan bahwa banjir tersebut dikarenakan hujan yang turun dengan intensitas tinggi berlangsung sejak Sabtu (26/1/2019) yang lalu. Selain itu, hujan yang turun juga berlangsung cukup lama.

“Hari Sabtu yang lalu ada hujan besar yang intensitasnya tinggi dari pukul 17.55 sampai pukul 2 dini hari, kurang lebih 9 jam di wilayah Pekalongan Kota dan di wilayah hulu,” jelasnya.

Titis juga menambahkan bahwa selain hujan, selokan yang tersedia di kedua wilayah tersebut tidak dapat menampung air. Alhasil air yang berada di selokan meluap dan membanjiri perkampungan warga.

“Karena 2 wilayah tersebut intensitas hujannya tinggi, maka untuk penampungan air di selokan tidak mencukupi untuk menampung air yang cukup besar. Sehingga air tersebut meluap ke daerah-daerah itu,” tambahnya.

Kota Pekalongan terdiri dari 4 kecamatan, di antaranya Pekalongan Barat, Pekalongan Timur, Pekalongan Utara, dan Pekalongan Selatan. Dari keempat kecamatan tersebut, ada 2 kecamatan yang terendam banjir cukup parah, yaitu Pekalongan Utara dan Pekalongan Barat.

Titis juga menceritakan bahwa ada 1 anak yang meninggal dalam bencana ini. Diperkirakan bahwa anak yang meninggal akibat terkena sengatan aliran listrik. Hal ini terjadi lantaran ketika banjir anak tersebut tidak sengaja memegang kabel dari tiang listrik yang ada disana.

Titis menjelaskan bahwa dalam penyaluran bantuan ini mereka melalui Dapur Umum (DU). Akan tetapi untuk sementara waktu DU yang berada di Pekalongan Kota dihentikan dahulu dan diteruskan di daerah Keramat Sari dan Krapyak.

“Kita ada 2 DU, yang satu di Keramat Sari dan yang satu di Krapyak. Sebenarnya 1 lagi ada disini. Tapi kita stop dulu karena melihat cuaca dan ketinggian air. Untuk Pekalongan Kota ketinggian air sudah mulai surut, tapi nanti kalau ketinggian meningkat kembali maka kita akan membuka DU,” jelasnya. (Khairul)