Ciptakan Kader Hizbul Wathan yang kompeten dan berkarakter 

Dikirim oleh ridlo pada Sen, 07/30/2018 - 08:24
hw-2018

Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Qobilah Moh. Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta (HW UMS) berikhtiar mencetak pelatih pandu yang kompeten dan berkarakter melalui Pelatihan Jaya Melati 1. Pelatihan tersebut dikuti oleh Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan mahasiswa program studi Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) Universitas Muhammadiyah Surakarta, yang telah mengambil mata kuliah Ke-HW-an. Selain peserta dari mahasiswa program studi tersebut, pengurus Kafilah Penuntun Moh. Djazman UMS juga ikut serta dalam kegiatan Jaya Melati 1. 

Pelatihan Jaya Melati 1 dalam pelaksanaanya berbarengan dengan Pelatihan Jaya Pertiwi. Pelatihan Jaya Pertiwi sendiri dikuti oleh Dosen dan Karyawan UMS yang menjadi pengurus Hizbul Wathan Qobilah Moh. Djazman UMS. Tujuan dari diadakannya Jaya Pertiwi bagi pengurus Qobilah, supaya memberikan wawasan tentang administrasi dan pengelolaan organisasi di Qobilah Hizbul Wathan. 

Kegiatan tersebut diselenggarakan selama tiga hari, dimulai hari Selasa – Kamis (24-26/07). Dalam pelaksanaannya, pelatihan tersebut bertempat di Gedung J kampus 2 UMS. Peserta akan dilatih ilmu-ilmu dalam Kepanduan Hizbul Wathan yang sesuai dengan kompetensi seorang pelatih Hizbul Wathan. Sebelum pelatihan dimulai, kegiatan diawali dengan Upacara pembukaan di GOR kampus 2 UMS. Bapak Taufik Kasturi, S.Psi., M.Si., Ph.D. selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, alumni dan pengkaderan UMS turut hadir dalam upacara sekaligus membuka jalannya pelatihan secara simbolis.

Ramanda Uun Harun Syamsudin selaku Pelatih Nasional Hizbul Wathan menjelaskan bahwa Pelatihan Jaya Melati 1 sama halnya seperti Kursus Mahir Dasar di Pramuka. Sementara Jaya Pertiwi sama seperti Kursus Pengelola Kwartir jika di Pramuka. “Jadi Jaya Mlati 1 ini sama seperti Kursus Mahir Dasar milik Pramuka, sementara Jaya Pertiwi seperti Kursus Pengelola Kwartir” jelasnya. Kedua pelatihan ini juga memiliki ciri khusus yaitu materi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) “Kalau di Jaya Melati dan Jaya Pertiwi itu ada ciri nya, yaitu Amateri AIK” lanjutnya.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan mampu melahirkan pelatih-pelatih Pandu yang kompeten, agar bisa bermanfaat ketika mahasiswa sudah berada didunia kerja. Selain itu harapan adanya Pelatihan Jaya Peritiwi, supaya gerak organisasi Hizbul Wathan di UMS kedepannya semakin baik. (Risqi)