Dukung Ekonomi Masyarakat, Lazismu UMS Salurkan Bantuan Melalui Program BEN KUAT

Dikirim oleh ridlo pada Sen, 07/09/2018 - 14:26
bantuan-lazismu

Kehidupan masyarakat di Indonesia hingga saat ini masih banyak yang kekurangan. Meski begitu masih banyak pula yang dalam kondisi keterbatasan ekonomi namun memiliki semnagat untuk merintis sebuah usaha. Untuk mendukung semangat masyarakat yang memiliki semangat merintis sebuah usaha, Lazismu Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memiliki program Bina Ekonomi, Kewirausahaan, dan keterampilan (BEN KUAT).

Salah satu keluarga yang telah menerima bantuan dari program BEN KUAT ini adalah keluarga dari Kastono Supriyanto. Bantuan ini ditujukan kepada dirinya sebab Kastono memiliki usaha sol sepatu di daerah Mandungan, Sukoharjo. Melalui dana bantuan ini, Lazismu UMS berharap dapat memajukan usaha yang telah dirintisnya itu.

Bantuan dari Lazismu UMS yang diberikan pada Jumat (06/07/2018) kemarin berjumlah 3,5 juta rupiah. Dana tersebut digunakan untuk membeli mesin jahit, meja, serta bahan sol yang menjadi modal utama dalam usaha ini. Selain itu, dana sebesar 3,5 juta rupiah ini juga termasuk bantuan biaya pendidikan untuk anak mereka sebesar 1 juta rupiah.

Setelah menerima bantuan modal dari Lazismu UMS ini, Kastono mengungkapkan keinginannya untuk lebih mengembangkan usahanya ini. “Setelah ini saya ingin usaha ini lebih berkembang lagi, apalagi setelah mendapat modal karena sebelumnya tidak punya modal dan buat makan saja susah,” ungkapnya.

Salah satu pengembangan yang ingin dilakukan oleh Kastono terlihat dari mesin jahit yang akan digunakannya tersebut. Dengan dimilikinya mesin jahit tersebut, nantinya akan dia gunakan pula untuk melayani perbaikan tas, koper, jaket, bahkan membuat sandal. Sebab jika hanya menggunakan tangan kosong saja sangat susah untuk melakukan hal tersebut, karena ketepatan dalam menjahitnya tidak akurat.

Disamping itu, istri dari Kastono, Dwi Poncorini mengungkapkan rasa bersyukurnya atas bantuan Lazismu UMS. Pasalnya untuk menjalankan usaha tersebut, mereka hampir menjual sepedanya. “Alhamdulillah dapat bantuan. Kemarin itu sempat pusing mau jual sepeda tapi buat transport. Nanti kalau dijual tidak ada transport kerja. Antar jemput anak juga gak ada,” ungkapnya.

Selain bersyukur atas bantuan modal yang telah diterimanya itu, dia juga sangat bersyukur atas bantuan pendidikan yang diterima untuk anaknya. Pasalnya, anak dari Kastono dan Poncorini belum dapat membayar uang seragam di sekolahnya. Namun dengan adanya bantuan ini, akhirnya mereka dapat membayarkan uang seragam tersebut. (Khairul)