FKIP UMS Lepas 252 Mahasiswa Peserta KKN-Dik ke Luar Negeri dan Luar Jawa

Dikirim oleh ridlo pada Sab, 07/20/2019 - 08:26
kknfkip-juli2019

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mengirim mahasiswanya untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN Dik) ke luar negeri dan daerah terpencil di Indonesia. Kali ini sebanyak 252 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMS mengikuti program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP II) terintegrasi KKN Dik tahun 2019.

Para peserta KKN itu dilepas dalam upacara bendera, Jumat (19/7/2019) di Halaman Gedung Induk Siti Walidah UMS. Hadir dalam upacara pelepasan itu di antaranya Ketua LLDikti Jawa Tengah Prof DYP Sugiharto, Wakil Ketua Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah Prof Dr Chairil Anwar dan Rektor UMS Prof Dr Sofyan Anif, MSi, jajaran Wakil Rektor serta Kepala Prodi FKIP UMS.

Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, selaku Dekan FKIP menjelaskan, peserta KKN-Dik akan menjalani tugasnya selama 1,5 bulan kedepan. Sasaran tempat PLP II KKN-Dik kali ini adalah Thailand, Malaysia, Filipina. Tidak hanya ke luar negeri, peserta KKN-Dik juga akan ditempatkan di Daerah Strategis Pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah (DSP AUM) di Indonesia dan luar negeri. Kampus juga akan melakukan kunjungan atau monitoring dan evaluasi di lokasi-lokasi KKN.

Sebelumnya peserta PLP II KKN-Dik telah diseleksi oleh panitia dari FKIP UMS. “Peserta yang kami lepas ini, sudah melalui proses seleksi, meliputi Test baca tulis Al-quran, kemampuan bahasa asing, dan lain sebaginya termasuk kesehatan," jelas Dekan FKIP UMS ini.

Tujuan program ini, lanjut Harun supaya membentuk mahasiswa lebih dewasa dan mandiri dalam konteks kompetisi global. "Harapannya semoga mahasiswa mampu belajar secara langsung di tengah masyarakat sesuai keahlian yang dimilikinya khususnya bidang pendidikan," katanya.

Rektor berpesan agar para peserta KKN di luar negeri dan daerah luar jawa ini benar-benar membawa nilai-nilai positif bagia masyarakat setempat. Mahasiswa bisa berbaur dan memberikan solusi bagi masyarakat di daerah tujuan.

Nur Ayu Safitri, salah seorang peserta KKN luer negeri merasa senang dirinya jadi bagian dari program KKN tersebut. "Program ini sangat memotivasi saya, untuk belajar lebih mandiri di tengah masyarakat yang jauh dari asal kita," ujar mahasiswa PAI Internasional itu. Dirinya juga mengatakan sudah siap untuk mengabdikan diri selama KKN. "Insya Allah sudah siap, secara fisik, mental materil. Bismillah" pungkasnya.

Harun mengharapkan mereka bisa beradaptasi dengan masyarakat sekitar dan membawa dampak positif di lokasi PLP II Terintegrasi KKN Dik 2019 Luar Negeri dan DSP AUM. "Mereka nanti tinggal berbaur dengan masyarakat diharapkan bisa memberdayakan lingkungan perpustakaan, dan lain sebagainya. Mereka bisa bekerja sama dengan amal usaha Muhammadiyah yang ada di lokasi setempat," terang Harun.(Risqi)