Gelar Kolokium Screening Klip, FAI & PSBPS Hadirkan Narasumber Internasional

Dikirim oleh ridlo pada Sen, 04/16/2018 - 15:03
kolokium-bersama-unisa

Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bekerjasama dengan Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial (PSBPS) menyelenggarakan Kolokium atau forum kajian akademis berupa screening klip film dokumenter. Acara tersebut menghadirkan narasumber internasional yang berasal dari benua Afrika. Prof. Shahnaaz Suffla dan Prof. Mohamed Seedat akademisi dari Sekolah Pascasarjana University of South Africa (UNISA).

Acara yang diselenggarakan pada Senin, 9 April kemarin dihadiri oleh lebih dari 170 peserta. Turut hadir pula Wakil Rektor IV Bidang Al Islam dan Kemuhammadiyahan & Kerjasama UMS Dr. M. Abdul Fattah Santosa, M.Ag. Pada kesempatan tersebut, Dr. Fattah menjelaskan pelaksanaan kolokium merupakan salah satu upaya kerjasama UMS dengan UNISA.

"Kegiatan kolokium ini merupakan satu bentuk dari serangkaian realisasi kerjasama MoU diantara kedua universitas yang meliputi bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat," jelas Wakil Rektor IV UMS tersebut.

Dr. Fattah juga mengemukakan babhwa kolaborasi akademik antara Indonesia dan Afrika Selatan penting untuk dipromosikan, dengan mengusung "Global South Collaboration" atau kerjasama antara negara-negara di dunia bagian Selatan. “Kolaborasi ini dirintis dan dikembangkan melalui jejaring internasional Psikologi Perdamaian oleh dosen Fakultas Psikologi yang juga Direktur Eksekutif PSBPS UMS, Dra. Yayah Khisbiyah, M.A,” jelasnya.

Menurut Dr. Fattah topik kolokium kali ini adalah "Visual Methods in Compassionate Critical Community Practice" atau “Metode Visual Dalam Praktik Komunitas berpendekatan Kritis dan Welas Asih”. Topik ini relevan untuk akademisi, peneliti dan aktivis dari disiplin ilmu-ilmu sosial, khususnya seperti psikologi, ilmu agama, kesehatan masyarakat, ilmu politik, sosiologi, ilmu pendidikan, dan praktisi/pekerja sosial (social workers), serta disiplin ilmu-ilmu alam dan teknik yang bergiat dalam praksis pengabdian atau pemberdayaan masyarakat. 

“Metode visual adalah penggunaan  gambar, foto, film dan berbagai bentuk visual lain dalam penelitian, sebagai alternatif dari metode bahasa wicara dan tertulis yang lazim digunakan,” jelasnya.

Dr. Fattah memaparkan bahwa dalam kolokium ini Prof. Seedat dan Prof. Suffla mencontohkan bahwa metode visual memiliki efek yang lebih menggugah para pemangku kepentingan untuk mengatasi berbagai persoalan yang dialami masyarakat, terutama bagi komunitas rentan terpinggirkan seperti kaum dhuafa, kelompok minoritas seperti perempuan dan anak-anak.

Kedua narasumber memaparkan bahwa kerja praksis di masyarakat harus dilakukan melalui prinsip-prinsip sebagai berikut: berpendekatan partisipatoris, menggunakan kesadaran kritis terhadap hirarki kekuasaan, disertai semangat welas asih untuk menegakkan keadilan sosial bagi seluruh warga masyarakat, untuk tujuan mentransformasi masyarakat secara positif, berkemajuan dan berkelanjutan. 

Sementara itu, Prof. Seedat dan Prof. Suffla merupakan Direktur dan Wakil Direktur Lembaga Riset Ilmu Sosial dan Kesehatan (Institute for Social and Health Sciences) dan Pusat Studi Kekerasan, Cedera dan Perdamaian (Violence, Injury and Peace Research Unit) di UNISA. Keduanya merupakan cendekiawan sekaligus aktivis yang memiliki reputasi internasional. UMS telah menjalin kerjasama dengan UNISA sejak April 2017, melalui Memorandum of Understanding (MoOU) yang ditandatangani oleh kedua Rektor dari masing-masing Universitas tersebut dengan difasilitasi oleh Biro Kerjasama dan Urusan Internasional (BKUI) UMS. (Eko - Editor.Ahmad).