Haedar Nashir Sanjung Kemajuan UMS, Jadi Perguruan Tinggi Unggul dan Memiliki SDM Berkualitas

Dikirim oleh ridlo pada Sen, 05/27/2019 - 09:28
pengajian-ramadhan-ums

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. H. Haedar Nasir, M.Si menyanjung kemajuan pesat yang dialami Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Hal itu dilihat dari kualitas akademiknya yang tidak kalah bersaing dengan perguruan tinggi terkemuka lainnya di tanah air. Kemudian fasilitas bangunan dan serapan mahasiswa juga sangat bear.

Pernyataan Haedar Nashir itu disampaikan saat mengisi Pengajian Ramadhan 1440 H yang diselenggarakan UMS bersama PP Muhammadiyah yang berlangsung di Auditorium Mohammad Djazman UMS, Sabtu (25/5). Agenda pengajian itu mengundang para tokoh Muhammadiyah, PWM Jawa Tengah, Wakil Rektor, Dekan, Wakil Desan, Kepala Prodi, dan semua Kepala Biro di lingkungan UMS.

Haedar Nasir menjelaskan, ada dua penting dalam yang kami saksikan saat ini. "Pertama, adalah kemajuan pesat UMS dari sisi penyelenggaraan pendidikan tinggi milik persyarikatan, dan kedua adalah pembangunan edutorium UMS yang akan dipakai untuk Muktamar Muhamamdiyah tahun depan,” katanya.

Lebih lanjut Ketua Umum PP Muhammadiyah tersebut, menyanjung UMS karena mengantongi akreditasi A. Tak cukup itu, kualitas akademik dan daya serap mahasiswanha juga cukup besar. Sebanyak 50 persen lebih prodinya sudah berstatus aakreditasi A.

"Kita bangga UMS maju kualitas akademik dan kualitas sarana prasarananya, serapan mahasiswanya juga sangat besar. UMS termasuk institusi yang terakreditasi A, jadi secara akademik sudah unggul," terang Haedar Nasir.

Dia juga mengapresiasi perkembangan proses pembangunan Edutorium UMS, di mana gedung ini akan menjadi arena Muktamar ke 48 tahun 2020 di Surakarta. "Edutorium UMS merupakan gedung megah, ramah lingkungan, modern dan berkemajuan. Gedung yang Indah, saya suka warnanya," sanjungnya.

Menurutnya, dari prestasi itu menunjukan konsistensi Muhammadiyah dalam membangun Sumber Daya Manusia bangsa Indonesia yang berkualitas. "Ini menunjukan bahwa Muhammadiyah ingin terus berbuat yang terbaik membangun kualitas SDM, yang itu sebenarnya jadi pertaruhan Indonesia. Jadi siapapun yang memimpin negeri ini tidak bisa lepas dari tantangan terbesar kita adalah SDM, dan Muhammadiyah terus berusaha membangun kualitas SDM," lanjutnya.

Dia juga mengajak, momentum puasa ini menjadi sarana membangun spiritualitas bagi bangsa dan negara. "Bangsa Indonesia kan bangsa yang religius, budaya luhur dari bebragai macam daerah dan bahkan punya ideologi Pancasila. Maka momentum puasa ini mari kita jadikan untuk membangun spiritualitas umat dan bangsa," ajaknya.

Himbauan lainnya, Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengarahkan pasca Pemilu 2019, arah perhatian bangsa Indonesia beralih ke langkah strategis pembangunan Ekonomi masyarakat. "Karena itu, pasca pemilu 2019 ini kami Muhammadiyah mengajak kepada seluruh komponen bangsa agar perhatian digeser pada bagaimana memiliki agenda-agenda strategis memperbaiki ekonomi agar rakyat semakin sejahtera. Kesenjangan sosial makin terminimalisasi, dan Indonesia menjadi adil dan makmur, berdaulat, bersatu" pungkasnya. (Risqi)