Harumkan UMS, Mahasiswa FKG Raih Peringkat 2 Mawapres Tingkat Kopertis Wilayah Jawa Tengah

Dikirim oleh ridlo pada Rab, 04/11/2018 - 10:54
fkg-mawapres

Setelah berhasil meraih medali perak dalam ajang World Invention and Technology Expo (WINTEX) 2018 kategori Biotechnology and Health, kini mahasiswa semester 6 Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKG UMS), Wimmy Safaati Utsani berhasil menyabet peringkat 2 dalam pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) 2018 tingkat Kopertis Wilayah Jawa Tengah. Hasil dari itu kepemilihan Mawapres tersebut telah dikeluarkan sejak Senin (09/04/2018).

Adapun hasil dari pemilihan Mawapres kemarin, UMS yang diwakili oleh Wimmy mendapatkan nilai 97,56. Sedangkan untuk peringkat 1 yang diraih oleh Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) mendapatkan nilai 97,98. Jika dilihat selisih antara peringkat 1 dan 2 sangatlah sedikit. Dari hasil penilaian tersebut menghasilkan 6 Mawapres dari universitas swasta di Jawa Tengah yang nantinya akan bersaing di tingkat nasional, salah satunya adalah UMS.

Wimmy mengungkapkan dalam penilaian Mawapres kemarin terdapat 4 poin penting yang dinilai oleh tim penilai dari Kopertis Wilayah Jawa Tengah. “Penilaiannya tuh presentasi KTI, kepribadian, terus penilaian prestasi, IPK. Untuk KTI-nya sendiri yang dipresentasikan itu strategi pemberdayaan generasi muda menjadi kader kesehatan gigi dan mulut untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan pembangunan nasional,” ungkapnya ketika ditemui di FKG UMS.

Selain itu, Wimmy juga menjelaskan mengenai beberapa prestasi yang kemarin sempat diunggulkan dalam penilaian Mawapres tersebut, khususnya dalam bidang inovasi dan keilmiahan.

“Beberapa prestasi yang saya unggulkan dalam penilaian kemarin itu medali perak di WINTEX, kemudian oral presenter tingkat internasional, terus dapat travel award kayak suatu penghargaan khusus buat peserta konferensi internasional. Jadi intinya tu kompetisi bidang inovasi, keilmiahan tingkat internasional dan nasional yang saya unggulin,” jelasnya.

Tak hanya itu, dia juga memberikan tips agar para mahasiswa yang ingin berprestasi dalam bidang yang mereka inginkan untuk keluar dari zona nyaman dan mencari potensi yang ada dalam diri mereka.

“Tipsnya yaitu keluar dari zona nyaman. Kalau jadi mahasiswa kan pastinya ada rasa malas, pengen hang out kemana aja itu dihilangin. Kemudian cari potensi dan kelebihan masing-masing, dan yang lebih baik itu dikembangin. Terus cari kekurangan dan kelebihan kita. Yang kelebihan kita optimalkan dan yang kurang kita perbaiki,” ungkapnya. (Khairul)