Ikuti LNest Grand di Indonesia, Azis Saifudin, Ph.D Raih Hibah Penelitian

Dikirim oleh ridlo pada Jum, 03/09/2018 - 09:28
lnest-grand-award

Leave a Nest Co., Ltd merupakan perusahaan yang berpusat di Japan yang bergerak di bidang teknologi dan elektronik. Salah satu sumber mereka dalam pengembangan ini yaitu melalui kompetisi proposal penelitian yang bertujuan untuk untuk menemukan senyawa fungsional atau bahan alami, termasuk dari tumbuhan dan serangga, yang dapat diaplikasikan sebagai bahan baru untuk relaksasi, kegembiraan bagi manusia. Salah satu peserta yang juga mendapatkan penghargaan dalam kompetisi ini yaitu, Azis Saifudin, Ph.D, Dekan Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Kompetisi yang diikutinya ini diadakan oleh salah satu cabang Leave a Nest Co., Ltd yang berlokasi di Malaysia. Terdapat 30 undangan dalam kompetisi tersebut, namun hanya 13 proposal yang terkirim dan terseleksi. Dari 13 pengirim ini kemudian dipilih 9 periset untuk melakukan presentasi proposal penelitian yang dilakukan via video online yang berpanel langsung di Kantor Pusat Japan dan Cabang Malaysia. Hingga pada Senin (05/03/2018) didapatkan hasil dari kompetisi tersebut.

Azis Saifudin menyampaikan bahwa ajang ini baru pertama kali dilaksanakan di Indonesia. Untuk ajang kali ini lebih berfokus dalam penelitian gangguan syaraf, dimana pesertanya adalah ilmuwan dibawah 50 tahun. “Fokusnya itu neurodisorder, gangguan syaraf. Sekarang kan populasi stres atau orang yang memiliki stres itu tinggi. Kita ilmuwan yang dikategorikan muda, dibawah 50 tahun itu di undang mengirim proposal,” ungkapnya ketika ditemui.

Dia menjelaskan dalam penelitian ini, objek yang digunakan masih berupa hewan uji. Penelitian yang nantinya akan dilakukan dari hasil proposal yang telah lolos kompetisi tersebut bertujuan untuk mendapatkan molekul dari tanaman Kemukus. 

Tanaman Kemukus menjadi fokus dalam penelitian ini sebab dirinya ingin membuat platform penelitian yang dianggap sempit dan kecil namun memiliki dampak. Kemudian setelah dilakukan screening didapatkan data bahwa buah Kemukus memiliki dampak. Kemudian jika nantinya hasil dari buah Kemukus ini benar-benar berdampak maka akan diperluas hingga depresan dan stimulan.

Rencananya, penelitian tersebut akan dilaksanakan kurang lebih 6 hingga 8 bulan. Hal ini didasarkan pada aturan dari penyelenggara mengenai batas waktu yang diberikan kepada peserta yang lolos seleksi proposal. Dia berencana dalam melaksanakan penelitian ini akan merekrut beberapa mahasiswa S2 untuk turut berpartisipasi.

Selain itu, dia berharap output dari penelitian yang akan dilakukannya tersebut dapat menghidupkan mutu penelitian di UMS hingga membantu mahasiswa S2 disana dalam melakukan sebuah penelitian. “Harapannya banyak, minimal kita menghidupkan mutu penelitian disini membantu anak S2. Minimal dipublikasikan ke Jurnal Internasional atau juga bisa dipatenkan,” harapnya. (Khairul - editor.Ahmad)