Kunjungi Fakultas-fakultas, Rektor UMS Memotivasi Dosen dan Tendik Tingkatkan Kualitas SDM Meraih Predikat World Class University

Dikirim oleh ridlo pada Sen, 02/04/2019 - 14:57
kunjungan-rektor-ke-fakultas

Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dr. Sofyan Anif, M.Si secara melakukan kunjungan ke setiap fakultas. Kali ini, kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka pembinaan dan pengembangan dosen dan tendik.

Kegiatan ini dilaksanakan selama 4 hari dan perharinya mengunjungi 3 fakultas. Untuk hari pertama, Senin (4/2/2019) dilaksanakan di FKIP, FAI, dan FKI. Hari kedua, Kamis (7/2/2019) dilaksanakan di FEB, F. Teknik, dan F. Psikologi. Hari ketiga, Selasa (12/2/2019) di F. Geografi, F. Hukum, dan FIK. Sedangkan hari keempat, Rabu (13/2/2019) bertempat di F. Farmasi, F. Kedokteran, dan FKG.

Dalam kunjungan ini, Rektor UMS didampingi oleh Wakil Rektor V UMS, Dr. Musiyam, Kepala Biro Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) UMS, Prof. Dr. Budi Murtiyasa, dan Sekretaris Rektor UMS, Dr. Anam Sutopo.

Dr. Sofyan Anif mengungkapkan, fokus dari kunjungan kali ini adalah peningkatan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Hal ini mengingat bahwa UMS memiliki visi pada tahun 2029 menjadi Pusat Pendidikan dan Pengembangan IPTEKS yang Islami dan memberi arah perubahan. Salah satu bentuk terwujudnya visi UMS nantinya adalah UMS ke depan dapat menjadi world class university.

Rektor UMS mengatakan untuk dapat meraih predikat world class university tersebut, persoalan mengenai kualitas SDM tidak dapat dihindari. “Strategi yang paling utama untuk menuju world class university itu adalah SDM, tidak bisa kita pungkiri,” ucapnya.

Dalam kunjungannya ini, Rektor UMS juga memberikan motivasi dan dorongan kepada para dosen agar segera meraih gelar Doktor. Hal ini dilakukan demi meningkatkan kualitas SDM dosen di UMS. Sehingga diharapkan dengan pencapaian tersebut, ke depan UMS dapat segera meraih gelar world class university.

Prof. Dr. Budi Murtiyasa juga turut menjelaskan pentingnya seorang dosen memiliki jabatan akademik. Hal ini akan dapat berpengaruh ke depan, karena nantinya dosen yang mengajar harus memiliki jabatan akademik, minimal Asisten Ahli.

Selain itu, Kepala BPSDM UMS juga berharap agar dosen yang kini masih Tenaga Pengajar agar segera mengurus kenaikan jabatan akademiknya.

“Saya harapkan ini teman-teman dosen yang belum punya jabatan segera mengurus. Cuma perlu memiliki jurnal, tidak perlu scopus. Cukup jurnal nasional, yang penting penulis pertama dan pernah melakukan pengabdian masyarakat 1 kali,” harapnya. (Khairul)