Kurangi Trauma dan Ketakutan Masyarakat di Palu, UMS Kirim Tim Psikososial

Dikirim oleh ridlo pada Sab, 10/27/2018 - 10:16
membangun-palu

Bencana gempa di Palu dan Donggala, Sulawesi Tenggara masih menyisakan trauma dan ketakutan tersendiri bagi masyarakat di lokasi gempa. Terkait hal itu, butuh upaya penanganan dan penyembuhan tersendiri. Saat ini, di lokasi tersebut sedang dilakukan fokus penanganan pascabencanan.

Dalam penanganan pascabencana ini, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) turut berpartisipasi dengan mengirimkan relawan. Kali ini UMS mengirim tim psikososial yang berorientasi pada trauma healing atau penanganan psikologis korban. 

Tim Psikososial terdiri dari sejumlah program studi dan fakultas, khususnya Fakultas Psikologi, Fakultas Kedokteran dan lainnya. Tim pertama sudah diberangkatkan sejak pekan lalu dan saat ini sudah menjalankan aksi sosialnya di Palu. Tim pertama terdiri dari Annisa Ramadhani Aurora Ma'ruf dari Fakultas Psikologi, Marhaendra Des'a Arba'a dari Prodi Pendidikan Geografi, serta Muamar Ahmad Gardhafi dan Ahmad Syukri dari Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia.

Wakil Rektor III UMS, Taufik, Ph.D menjelaskan bahwa tim yang dikirimkan oleh UMS akan bertugas selama sebulan penuh dengan bergabung Bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). “Mereka akan ditugaskan di Palu selama satu bulan bulan penuh sebagai tim psikososial yg tergabung bersama dengan MDMC,” ungkap, Kamis (25/10/2018).

Wakil Rektor III UMS juga menambahkan selain Tim Psikososial, UMS juga mengirimkan relawan klaster medis yang terdiri dari empat dokter, tiga ahli fisioterapi dan dua perawat. 

Khusus untuk klaster medis diberangkatkan dengan waktu yang berbeda. Tim dokter diberangkatkan Sabtu (20/10/2018), sedangkan tim yang terdiri dari fisioterapi dan perawat diberangkatkan Senin (22/10/2018). Meski direncanakan tim akan bertugas disana selama sebulan, namun bisa saja tidak hanya berlangsung sebulan, bahkan lebih. Tergantung dengan situasi dan kondisi di lapangan. 

Taufik, Ph.D juga menjelaskan bahwa tim tersebut akan bertugas di Sembilan titik. Penugasan dari tim ini langsung di bawah koordinasi MDMC. “Tim akan bertugas di Palu, Donggala dan Sigi. Mereka akan bertugas di sembilan titik posko di bawah koordinasi MDMC. Mereka juga membawa obat-obatan yg dibutuhkan oleh pengungsi. Obat-obatan yang dibawa berasal dari  MMC UMS,” jelasnya.

UMS sendiri sebelumnya juga sudah terlibat dalam penanganan gempa di Palu. Hal tersebut telah dilakukan semenjak gempa usai melalui tim evakuasinya, yakni SARMMI dan Hizbul Wathan. Komitmen UMS untuk membantu sesama yang mengalami musibah menjadi dorongan kampus ini untuk terus mengirim timnya ke lokasi bencana. (Khairul)