LPIDB UMS Gelar Social and Potluck Day untuk Mahasiswa Program DRI dan KNB

Dikirim oleh ridlo pada Rab, 05/08/2019 - 09:58
lpidb-potlucday

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memiliki visi untuk menjadi world class university. Salah satu bentuk nyata dari perwujudan visi tersebut adalah dengan pelaksanaan program pemerintah, yaitu Darmasiswa Republik Indonesia (DRI) dan Kemitraan Negara Berkembang (KNB). Program ini bertujuan untuk diplomasi budaya, yaitu untuk memasyarakatkan Budaya dan Bahasa Indonesia di luar negeri.

Di antara pembelajaran yang dilaksanakan dalam program tersebut adalah melalui penyelenggaraan kelas Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA). Pembelajaran tersebut telah dinyatakan selesai dengan digelarnya kegiatan “Social and Potluck Day, Spread Love and Unity Trough Culture Diversity” di Kampus 1 kelas LPIDB UMS, Sabtu (4/5/2019).

Pembelajaran tersebut diikuti oleh 8 mahasiswa yang terbagi atas 4 mahasiswa DRI dan 4 mahasiswa KNB. Kedelapan mahasiswa tersebut berasal dari Rusia 1 orang,  Laos 2 orang, Thailand 1 orang, Mesir 1 orang, dan Tiongkok 2 orang.

Yeni Prastiwi, Ph.D selaku Pengelola BIPA LPIDB UMS mengatakan, kegiatan ini adalah salah satu kegiatan akhir dari kelas tatap muka BIPA. “Kegiatan ini adalah salah satu kegiatan dari tatap muka sebenarnya untuk kegiatan akhir. Karena kegiatan belajar mengajarnya sudah selesai, belajar Bahasa Indonesia, untuk mahasiswa DRI dan KNB itu sebenarnya selama 3 term, 1 term 10 pertemuan dan ini salah satu kegiatannya dengan Social and Potluck Day,” katanya.

Selain kuliah, mereka juga mendapatkan program pendampingan dengan mahasiswa reguler yang sudah direkrut LPIDB untuk mendampingi setiap mahasiswa BIPA. Hal ini salah satu bentuk pembelajaran agar mereka lebih lancar dalam berbahasa Indonesia.

Dalam Social and Potluck Day ini mahasiswa melakukan berbagai perform, seperti pembacaan puisi, tarian, mempresentasikan makanan khas dari negara masing-masing selama 2 menit, serta mereka juga mengenakan pakaian daerah masing-masing.

Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dan Budaya Indonesia, mereka diajak untuk mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang dekat, seperti Borobudur, prambanan, museum keris, dan museum purbakala sangiran. Di sana mereka dapat mempraktekkan Bahasa Indonesia sekaligus mengenal Budaya Indonesia.

Yeni berharap dari penyelenggaraan program ini para mahasiswa program KNB dan DRI dapat menjadi corong diplomasi dalam mempromosikan Budaya dan Bahasa Indonesia.

“Mereka sesuai dengan apa yang menjadi visi pemerintah, mereka dapat menjadi corong diplomasi Indonesia untuk Budaya dan Bahasa Indonesia dengan cara mereka belajar di sini, mereka mempromosikan,” harapnya. (Khairul)