Manfaatkan Sabut Kelapa dan Daun Nanas, Mahasiswa UMS Melaju ke PIMNAS

Dikirim oleh ridlo pada Sel, 08/14/2018 - 13:57
pimnas-201801

Monev eksternal dalam rangka pemilihan perwakilan tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) untuk mewakili masing-masing kampus telah selesai digelar. Dari monev tersebut, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil mendapatkan 2 tim untuk maju ke Pekan Imliah Mahasiswa (PIMNAS) di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada Selasa – Sabtu (28/8-2/9/2018).

Salah satu tim PKM yang berhasil maju ke PIMNAS adalah tim yang beranggotakan Angger Kusuma Riza Pawestri (Mahasiswa Teknik Kimia 2015), Arianto Murphy (Mahasiswa teknik Mesin 2014), dan Wasni Hasanah (Mahasiswa Teknik Sipil 2015). Mereka bertiga berhasil lolos ke PIMNAS melalui PKM-P (Penelitian) yang berjudul “Uji Kombinasi Sabut Kelapa dan Daun Nanas Terhadap Karakteristik Papan Partikel Sebagai Alternatif Material Peredam Bunyi yang Ramah Lingkungan”.

Ketua tim PKM-P, Angger Kusuma menjelaskan bahwa dasar ide pada PKM-nya tersebut karena suara yang bising biasanya diredam dengan menggunakan bahan sintetik. Kemudian dari hal itu muncul ide membuat peredam suara dengan bahan alami, yaitu dengan sabut kelapa dan daun nanas yang dibuat menjadi papan. 

“Selama ini kan ada kebisingan dari luar dan diatasi menggunakan peredam yang masih sintetik, seperti busa atau stereofoam. Nah kemudian ini kita melakukan penelitian membuat papan yang bisa digunakan untuk peredam suara,” jelasnya.

Dalam penelitiannya itu, dia juga menjelaskan bahwa papan yang digunakan sebagai peredam suara ini di uji berdasarkan 2 hal, yaitu uji adsorbsi dan uji kekuatan. Uji adsorbs sendiri merupakan uji peredam bunyi dari papan itu, sedangkan uji kekuatan adalah untuk menguji seberapa kuat papan yang dihasilkan itu kuat terhadap tekanan.

Ditambahkan pula oleh Arianto bahwa dalam penelitian ini menggunakan  6 sampel dengan kadar yang berbeda-beda. “Jadi kita menggunakan 6 sampel, yaitu sampel A dengan kadar 100% daun nanas, sampel B 80% daun nanas dan 20% sabut kelapa, sampel C 60% daun nanas dan 40% sabut kelapa, sampel D 40% daun nanas dan 60% sabut kelapa, sampel E 20% daun nanas dan 80% sabut kelapa, sedangkan sampel F 100% sabut kelapa,” tambahnya.

Dari keenam sampel yang digunakan tersebut, ditemukan bahwa hasil yang paling efektif adalah sampel D. Temuan dari penelitian ini juga menghasilkan bahwa papan yang dibuat itu dapat digunakan untuk meredam suara yang memiliki kebisingan di atas 1000 hertz sampai 1600 hertz.

Angger juga berharap agar dalam PIMNAS yang akan digelar pada September mendatang, timnya dapat berhasil membawa yang terbaik buat UMS. “Kalau dulu bisa bawa perunggu dan poster, ya mungkin setidaknya sama, atau bahkan bisa lebih dari itu,” harapnya. (Khairul)