Melalui PKW, UMS Berdayakan Lahan Pertanian di Jumantono

Dikirim oleh ridlo pada Sel, 09/04/2018 - 09:25
pkw-jumantono

Pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu kegiatan yang wajib dilaksanakan oleh dosen selaku civitas akademika. Salah satu bentuk kegiatan tersebut yaitu Program Kemitraan Wilayah (PKW) yang bertujuan untuk memberikan pelatihan, pendampingan dan pemberdayaan masyarakat. Kali ini Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan kegiatan tersebut di Desa Ngunut dan Kebak, Kecamatan Jumantono, Karanganyar, sejak Kamis (3/5/2018).

PKW ini telah dilaksanakan oleh UMS selama 2 tahun terakhir ini. Di tahun pertama, UMS berfokus pada pemanfaatan instalasi biogas untuk peternakan bersih. Energi dari biogas tersebut dimanfaatkan sumber energi untuk rumah tangga (kompor). Selain itu, UMS juga memperkenalkan bibit singkong kingkong serta bibit durian unggul, Montong dan Petruk.

Selanjutnya di tahun kedua ini, UMS lebih berfokus pada olahan produk pertanian tersebut, khususnya olahan dari singkong dan durian. Dr. Muhtadi, M.Si selaku ketua tim PKW Pemberdayaan Masyarakat dalam Bidang Pertanian di Jumantono menjelaskan bahwa produk olahan tersebut nantinya akan diproduksi sebagai produk oleh-oleh khas Jumantono.

“Tahun kedua kita akan fokus pada olahan singkong dan durian. Ini nantinya akan jadi produk oleh-oleh khas sana. Kita sudah buat kemasannya juga di dua desa yang kita berikan bantuan. Selain itu kemasan tersebut berbahan kardus untuk mengemas olahan basah,” jelasnya.

Olahan basah yang diproduksi di Jumantono ini beragam. Ada olahan getuk, klepon, bolu dan sebagainya yang semua berbahan dasar singkong. Untuk produk olahan berbahan dasar durian belum dapat dibuat. Hal ini dikarenakan di Jumantono sendiri sampai saat ini belum masuk musim durian.

UMS tidak hanya memberikan pelatihan dan pendampingan saja dalam kegiatan PKW tersebut. Tim PKW yang dipimpin oleh Dr. Muhtadi ini juga sempat melombakan produk yang telah dibuat oleh warga, Minggu (22/6/2018). 

Dalam lomba tersebut, para ibu PKK di Ngunut dan Kebak masing-masing dibagi menjadi 2 kelompok per-desa. Mereka kemudian membuat produk olahan tersebut yang kemudian dinilai oleh tim juri. Lomba ini diadakan agar masyarakat menjadi lebih semangat dalam memberdayakan potensi pertanian di sana.

Sselaku Kepala Dusun di Kebak, Jumantono, Munadi berharap dari kegiatan ini UMS dapat memberikan tindak lanjut, khususnya dalam meningkatkan volume bantuan yang diberikan disana. “Kalau bisa kami mohon kegiatan ini terus berlanjut. Mungkin lebih banyak lagi volumenya, karena lahan di Kebak cukup luas, untuk singkong dan durian juga cukup bagus,” ungkapnya. (Khairul)