Mentoring UMS jadi Rujukan Program Ke-Islaman: UMG Lakukan Study Banding ke UMS

Dikirim oleh ridlo pada Sen, 12/18/2017 - 09:48
menotoring-ums-jadi-rujukan

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sebagai kampus islam tentu sangat memperhatikan pembinaan ke-Islaman bagi para mahasiswanya. Hal tersebut mereka tunjukkan melalui beberapa program yang secara rutin dilaksanakan, salah satunya melalui program Mentoring Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Melihat hal tersebut, Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) berencana untuk mengadopsi program tersebut melalui kegiatan study banding-nya ke UMS, Sabtu (16/12/2017).

Kedatangan UMG ke UMS ini sangat disambut baik oleh Lembaga Pondok Pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) UMS, khususnya Koordinator Mentoring Pusat (KMP). Dalam kunjungannya tersebut, UMG mengirimkan 10 mahasiswa yang didampingi oleh Nur Amirudin selaku Kaprodi Pendidikan Agama Islam (PAI) UMG dan Hasan Basri, M.Pd.I selaku Wakil Rektor III UMG.

Sesampainya di UMS, tim dari UMG yang didampingi oleh tim dari KMP UMS kemudian diajak untuk melihat bagaimana proses pembelajaran di Mentoring secara langsung. Dalam proses peninjauan tersebut, tim dari UMG dibagi menjadi 2. Tim 1 melihat bagaimana pembelajaran Mentoring yang ada di kampus 1 dan tim 2 melihat suasana mentoring di kampus 2.

Setelah peninjauan selesai dilaksanakan, KMP UMS kemudian memberikan sebuah presentasi mengenai bagaimana pengelolaan Mentoring yang ada di UMS. Dalam kesempatan presentasi ini, Fahrurrazy selaku ketua umum KMP UMS menjelaskan bahwa dalam kegiatan mentoring ini para pementor diberi jatah masing-masing 10 sampai 15 adik mentor.

“Dalam pelaksanaan mentoring, kakak-kakak mentor diberi tanggung jawab untuk membimbing sekitar 10 mahasiswa. Jumlah ini fleksibel, ada yang 7, 10, 12, bahkan 15. Tapi normalnya setiap kakak mentor diberi jatah 10 sampai 12 orang,” ungkapnya saat menjelaskan materi presentasi Mentoring.

Selain diberi materi berkenaan dengan mentoring, KMP UMS juga menunjukkan beberapa produk dan berkas yang mereka jadikan panduan dalam melaksanakan kegiatan tersebut. Beberapa produk dan berkas yang mereka perlihatkan adalah perkembangan mentoring dan capaian mahasiswa dalam kegiatan AIK, SK Rektor yang memperkuat Mentoring AIK, serta produk buku yang digunakan untuk membimbing adik-adik mentor.

Hasan Basri, M.Pd.I mengungkapkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan kegiatan yang baik sekali, karena melalui kegiatan seperti ini mahasiswa UMG yang merupakan mentor pemula dapat belajar kepada tim mentor dari UMS.

“Sangat baik sekali bagi kami universitas yang multiculture, khususnya bagi mentor pemula untuk lebih belajar dengan baik kepada mentor-mentor yang sudah berpengalaman seperti di UMS,” ungkapnya ketika diwawancarai usai sesi presentasi.

Dia juga menambahkan bahwa nantinya tim dari UMG yang telah bersilaturami ke UMS ini berencana akan langsung mempraktekkan apa yang telah didapatkannya. “Kegiatan yang seperti ini kalau kemarin masih sebatas wacana dan konsep, namun setelah kegiatan ini tidak hanya lagi wacana dan konsep, namun langsung pada praktek dari apa yang telah didapat dari study banding di UMS ini,” tutupnya. (Khairul)