PKW UMS Berdayakan Masyarakat Jumantono Melalui Mocaf

Submitted by ridlo on Wed, 10/11/2017 - 08:37
pkw-ums-jumantono

Salah satu bentuk Tridharma Perguruan Tinggi yang wajib dilaksanakan oleh dosen sebagai civitas akademi adalah pengabdian kepada masyarakat. Demi melaksanakan kewajiban tersebut, tim Program Kemitraan Wilayah Universitas Muhammaditah Surakarta (PKW UMS) melakukan pelatihan dan praktik langsung yang ditujukan ke masyarakat dalam membuat Modified Cassava Flour (Mocaf). Kegiatan yang dipimpin oleh Dr. Muhtadi, M.Si ini dilaksanakan di Desa Ngunut, Kecamatan Jumantono, Sabtu (07/10).

Kegiatan yang diikuti oleh ibu-ibu PKK dari desa Ngunut dan Kebak ini juga mendapat dukungan dari pihak terkait. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya kerjasama antara tim PKW UMS dengan tim dari Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sragen dan Karanganyar.

Menurut Dr. Muhtadi, M.Si, PKW tersebut telah dilaksanakan oleh UMS sejak awal tahun 2017. Kegiatan yang ada dalam program ini meliputi kegiatan pengembangan pengolahan hasil-hasil pertanian menjadi produk olahan, khususnya singkong yang banyak dihasilkan dari Jumantono. Budidaya singkong super (kingkong) dan durian unggul, serta pengelolaan peternakan bersih.

“Kegiatan PKW ini telah kami mulai sejak awal 2017 kemarin, dan Mocaf ini adalah salah satu bagian dari program tersebut. Pelatihan dan praktik dalam Mocaf ini juga meliputi kegiatan pengembangan pengolahan hasil-hasil pertanian menjadi produk olahan, khususnya singkong yang banyak dihasilkan dari Jumantono,” ungkapnya.

Dr. Muhtadi, M.Si juga menambahkan bahwa sebelumnya tim PKW telah melakukan pelatihan dan pendampingan untuk produk-produk olahan dari singkong. “Jadi sebelum kami melaksanakan Mocaf, kami juga sudah melakukan  pelatihan dan pendampingan dalam mengolah produk singkong tersebut, seperti membuat rengginang singkong, biskuit, brownis, dan beberapa produk olahan yang dipadukan dengan tepung sayuran, tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sri Suharti selaku ketua PKK Desa Ngunut mengungkapkan bahwa kegiatan pelatihan dan pendampingan yang dilakukan oleh tim PKW dari UMS telah memberikan banyak tambahan pengetahuan dan keterampilan bagi ibu-ibu untuk dapat mengolah dan memberikan nilai tambah dari singkong yang banyak mereka tanam.

“Dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan tambahan pengetahuan dan keterampilan bagi kami untuk mengolah dan memberikan nilai tambah dari singkong yang kami tanam,” ungkapnya.
Harapan dari terselenggaranya program semacam ini agar pengetahuan dan keterampilan tentang pengolahan tepung singkong atau Mocaf ini meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat di Jumantono. (khairul)