Notoranjau, hasil PKM-P Wakili UMS ke PIMNAS

Dikirim oleh ridlo pada Kam, 08/16/2018 - 08:39
pimnas-201802

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) merupakan salah satu kampus yang nantinya akan mengikuti Pekan Ilmiah Mahasiswa (PIMNAS) yang setiap tahun digelar oleh DIKTI. Tahun ini UMS mengirimkan 2 tim dalam ajang tersebut. Salah satu tim yang berhasil lolos sampai ke PIMNAS adalah tim PKM-P (Penelitian) dengan judul “Optimasi dan Karakteristik 'Notoranjau' (Nano Nitosan Kerang Hijau) dengan metode gelas ionik”.

Tim dari PKM-P tersebut beranggotakan 3 mahasiswa, yaitu Nita Zul Arsyi (Mahasiswa Teknik Kimia 2016), Eko Nurjannah (Mahasiswa Teknik Kimia 2016), dan Darari Nur Ahlina (Mahasiswa Teknik Kimia 2017). Tim tersebut nantinya akan turut mewakili UMS dalam PIMNAS yang diselenggarakan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY, pada Selasa–Sabtu (28/8-2/9/2018).

Nita Zul Arsyi selaku ketua tim PKM-P ini menjelaskan bahwa dasar dari pembuatan PKM-P ini karena mereka melihat banyaknya limbah cangkang kerang hijau yang hanya dimanfaatkan ntuk membuat hiasan saja. “Jadi kita ambil bahan kerang hijau karena lihat dari banyaknya limbah cangkang kerang hijau. Kan kerang hijau itu sudah banyak di konsumsi, sedangkan cangkangnya sendiri hanya sebatas hiasan doang. Makanya kita manfaatkan untuk dibuat kitosan berukuran nano,” paparya.

Dijelaskan pula olehnya bahwa nano kitosan sendiri memiliki fungsi sebagai matrix obat, yaitu zat pembawa obat. Zat pembawa obat ini berbentuk cairan dan biasanya digunakan dalam pembuatan obat sirup. Kitosan yang dihasilkan dari cangkang kerang hijau tersebut juga telah teruji dan sesuai dengan Badan Standarisasi Nasional Tahun 2013 Nomor 7949. Ukuran nano partikel itu sendiri berkisar 1 sampai 1000 nanometer (nm). Kemudian untuk hasil temuan dari tim PKM-P Notoranjau sendiri berukuran 700-an nm sehingga masuk dalam range ukuran nanometer.

Salah satu anggota tim, Eko Nurjannah menjelaskan bahwa penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan, dimulai dari penyiapan cangkang kerang hijau hingga pembuatan nano kitosannya sendiri.

“Setelah kita menyiapkan cangkang kerang hijaunya, kita harus melakukan isolasi Kitosan dari cangkang kerang hijau. Isolasi ini dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu tahap deproteinasi, tahap demineralisasi, dan tahap deasetilasi. Selanjutnya dilakukan penentuan derajat deasetilasi kitosan dengan analisis Fourier Transform Infrared (FTIR) dan diakhiri dengan pembuatan kitasannya melalui metode Gelas Ionik,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Nita juga mengutarakan bahwa timnya akan berusaha keras dalam PIMNAS di UNY tersebut. Dirinya percaya bahwa disana nantinya Allah pasti akan memberikan yang terbaik untuk timnya. (Khairul)