Pendidikan Teknik Informatika dan Pendidikan Geografi UMS Ajak Pengguna Internet untuk Tangguh Bencana

Dikirim oleh ridlo pada Jum, 04/05/2019 - 08:37
seminnargeotik-2019

Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKIP UMS) menggelar Seminar Nasional dan Call For Paper Geotik 2019. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Auditorium Mohammad Djazman Kampus 1 UMS, Selasa (2/4/2019).

Geotik 2019 sendiri telah digelar sebanyak 3 kali sejak 2017 yang lalu. Seminar dan Call For Paper ini merupakan salah satu komitmen dari kedua prodi tersebut untuk memberi ruang dan kesempatan kepada peneliti untuk memaparkan dan menyebarluaskan hasil penelitian sekaligus pengabdian masyarakatnya.

Ketua Panitia Geotik 2019, Sukirman MT menyampaikan, salah satu tujuan dari diambilnya tema 'Internet Baik dan Pendidikan Tangguh Bencana di Era Revolusi Industri 4.0' adalah untuk mengajak para pengguna internet agar memanfaatkan teknologi tersebut untuk hal yang positif. Hal ini dikarenakan persebaran informasi yang dihasilkan melalui teknologi ini sangatlah luas. Tidak hanya dari sisi positifnya saja, namun juga dari sisi negatif.

“Kami melihat saat ini internet itu persebarannya sangat luas sekali, kegunaannya juga sangat luas sekali, baik untuk kepentingan yang positif maupun negatif. Sehingga di kesempatan kali ini kami ingin mengajak para peserta untuk menggunakan internet secara baik guna menuju Indonesia Tangguh bencana,” ucapnya.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang pakar di bidang teknologi serta kebencanaan. Kedua narasumber tersebut adalah Prof. Dwikorita Karnawati selaku Kepala BMKG Indonesia dan Prof. Jazi Eko Istiyanto selaku Kepala BAPETEN Indonesia.

Dalam seminar dan call for paper yang dihadiri 150 lebih peserta ini, terhitung ada sekitar 50 artikel yang dipaparkan oleh para pemakalah dari universitas yang berbeda-beda. Keseluruhan makalah tersebut juga telah terverifikasi, karena telah di review oleh 3 reviewer eksternal yang memiliki kompetensi di bidang ini.

Wakil Rektor II, Sarjito, Ph.D menuturkan bahwa dirinya sangat mendukung adanya kegiatan semacam ini. Sebab kegiatan seperti ini merupakan salah satu budaya akademik yang perlu dikembangtumbuhkan di lingkungan universitas. (Khairul)