Pererat Persatuan dan Ke-indonesiaan, FKIP UMS Gelar Temu Mahasiswa Lintas Budaya antar Pulau dan antar Negara

Dikirim oleh ridlo pada Sel, 08/20/2019 - 08:21
malam-budaya2019

Beragam seni budaya dari berbagai daerah di Nusantara, Kamis (15/8/2019) malam tersaji di Hall Gedung Induk Siti Walidah Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). FKIP UMS melalui acara yang bertajuk “Temu Budaya dan Gala Dinner Mahasiswa Lintas Budaya” ini berhasil menyatukan kontingen dari berbagai daerah di Indonesia dan dari berbagai negera di ASEAN (Filipina, Thailand, Malaysia dan Vietnam) dengan berbagai latar belakang yang berbeda-beda untuk tampil bersama-sama.

Acara tersebut menjadi tempat berkumpulnya mahasiswa-mahasiswa dengan kebudayaan mereka masing-masing. Mereka tampil secara bergantian dengan membawa kesenian dari daerah asal dan negaranya.

Prof. Dr. Harun Joko Prayitno selaku Dekan FKIP UMS mengatakan, tujuan dikumpulkannya mereka menjadi satu adalah agar mereka saling mengenal, mengenal dalam konteks ke-Indonesiaan, konteks kebudayaan yang lebih luas. “Karena sekarang ini konsepnya dengan adanya digital change akan membawa konsekuensi perubahan cultural change dan nantinya akan society change. Salah satu yang digunakan sebagai pengenalan dan pemersatu adalah melalui seni. Seni sebagai satu refleksi dari kebudayaan mereka masing-masing. Vietnam tampil dengan kebudayaan Vietnamnya, Filipina tampil dengan kebudayaan Filipinanya, dari Palu, Kendari, Bangka juga tampil dengan kebudayaannya masing-masing,” katanya.

Ditambahkan Harun, mereka ini berasal dari program SEA Teacher. “Selain mereka datang ke kami, di saat yang sama kami juga mengirimkan mahasiswa-mahasiswa kami (UMS) ke negara-negara mereka supaya terjadi akulturasi kebudayaan yang nantinya akan berimplikasi pada literasi multikultural. Saat ini tercatat mahasiswa kami yang berada di luar negeri, Malaysia ada 16 mahasiswa, Filipina, Kongen, dan di Thailand ada 17 mahasiswa. Sedang di perguruan tinggi Muhammadiyah ada yang di Bangka, Medan, Belitung, pangkalanbun, Kendari dan juga Palu,” tambah Harun.

Harun juga menjelaskan, untuk bisa mengikuti program SEA Teacher ini mereka harus lolos seleksi yang diadakan oleh negara mereka masing-masing, seleksinya mulai dari administrasi, wawancara, sampai dengan kepribadian. Kemudian, disiplin ilmu yang masuk dalam program SEA Teacher ini yakni mereka yang berasal dari pendidikan baik itu pendidikan bahasa Inggris, Matematika, Geografi, maupun Akuntansi. Total peserta yang turut menghadiri Temu Budaya dan Gala Dinner termasuk DPL nya berjumlah 120 orang.

Selama satu bulan para mahasiswa tersebut ditempatkan di 97 sekolah dari TK – SMA/SMK di area Solo Raya. Aktifitas mereka di hari pertama yaitu mengamati budaya sekolah, lingkungan sekolah, dan sistem pembelajaran. Baru di hari kedua dan seterusnya mereka sudah latihan mengembangkan perangkat pembelajaran di sekolah masing-masing.

Salah satu mahasiswa peserta Temu Budaya Malibu, Mutiara mahasiswa semester 6, STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung mengungkapkan kegembiraannya dapat memperkenalkan salah satu seni tari dari daerahnya di depan mahasiswa lain yang berasal dari budaya berbeda, termasuk dari luar negeri.

"Kami bertiga mempersembahkan tari Pinang Sebelas yang merupakan tari untuk menyambut tamu kehormatan dalam sebuah acara. Tentu kami sangat senang bisa hadir disini, diberi kesempatan memperkenalkan seni budaya kami," tandasnya.(Bangkit N/Humas)