Peringati Festival Media 2017, AJI bersama Prodi Ilmu Komunikasi UMS dan LMP Pabelan Gelar Workshop

Dikirim oleh ridlo pada Jum, 11/24/2017 - 10:01
festival-media-000

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) bekerjasama dengan Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Pabelan menggelar salah satu rangkaian acara dalam rangka Festival Media 2017. Terdapat 2 acara yang mereka AJI gelar bersama Prodi Ilmu Komunikasi UMS dan LPM Pabelan, yaitu Workshop Monetize Media Online dan Workshop Science Journalism. Kedua acara tersebut dilaksanakan selama 2 hari di Ruang Seminar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMS, Selasa-Rabu (21-22/11/2017).

Untuk hari pertama pelaksanaan workshop tersebut diawali dengan pembukaan acara festival media. Adib Muttaqin mengungkapkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan di UMS tersebut adalah salah satu rangkaian dari kegiatan Festival Media yang berlangsung selama 4 hari, Selasa-Jumat (21-24/11/2017).

“Acara ini adalah salah satu rangkaian dari acara festival media. Nanti pada tanggal 23 dan 24 November adalah puncak festival media. Dalam workshop hari pertama ini tema besar yang akan dibahas mengenai Monetize Media Online, namun tidak 100% membahas tentang monetisasi,” ungkapnya dalam sambutan yang dia berikan.

Workshop hari pertama dalam Festival media ini cukup menarik, pasalnya pembicara yang didatangkan adalah berasal dari Luar Negeri. Sabine Torres yang merupakan Direktur Dijonscope.com dan CFI media France memberikan materi mengenai media 4.0. Materi tersebut dia bawakan menggunakan Bahasa Inggris, namun untuk mempermudah audiens dalam memahaminya, panitia menyediakan fasilitas translator sehingga apa yang disampaikannya langsung diterjemahkan dan dipahami oleh audiens.

Dalam materi yang dibawakannya, dia menjelaskan mengenai web dari web 0.9 hingga web 4.0. Menurutnya web 4.0 akan mengarah ke penggunaan jaringan secara symbiotic. “Web 4.0 berbicara mengenai symbiotic. Teknologi ini  kemungkinan akan digunakan untuk aplikasi militer. Symbiotic disini seperti kita memasang sim card di otak kita jadi nantinya dimana saja kita dapat terhubung,” jelasnya.

Selanjutnya untuk untuk hari kedua Festival Media di UMS masih tidak kalah menariknya dengan hari pertama. Dalam kesempatan ini, materi mengenai Science Journalism di isi oleh Dewi Safitri dari CNN Indonesia. Berbeda dengan hari pertama. Pada hari kedua ini peserta workshop diajak untuk mengenal seperti apa dan bagaimana jurnalis science itu bekerja dan berkarya.

Dia menjelaskan bahwa seorang jurnalis science tidak dapat bekerja sendirian. Dalam setiap liputannya dia pasti akan selalu bersama tim nya untuk dapat menyajikan tulisan scince secara maksimal.

“Jurnalis science ketika liputan dia tidak akan bergerak sendiri. Penulisan science ini perlu kerja tim dan waktu. Dia akan selalu bersama timnya dari divisi infografis, tata letak, dan editor serta tidak bisa dilakukan sekali liputan. Proses nya juga cukup lama karena perlu riset yang mendalam mengenai sajian science,” jelasnya.

Dia juga memberikan motivasi kepada audiens apabila ada yang ingin menjadi seorang jurnalis science. Untuk dapat melakukan hal itu maka yang perlu dilakukan adalah banyak membaca dan belajar. “Jika berminat untuk menjadi jurnalis science harus banyak baca. Selain dari buku referensi kita bisa belajar melalui expert sharing dengan  mendengarkan orang yang expert berbicara dalam sebuah seminar atau workshop seperti sekarang,” tutupnya. (Khairul)