PLP II Terintegrasi KKN DIK 2018: FKIP UMS Lepas 209 Mahasiswa ke Luar Negeri dan Luar Jawa

Dikirim oleh ridlo pada Sab, 07/21/2018 - 08:59
kkn-dik-2018

Pelaksanaan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKIP UMS) merupakan agenda rutin yang setiap tahun dilaksanakan. Kegiatan PLP II yang terintegrasi dengan KKN DIK 2018 ini dilepas oleh Koordinator Kopertis VI Jawa Tengah, Prof. DYP Sugiharto, Ketua Majelis Litbang Dikti PP Muhammadiyah, Prof. H. Lincolin Arsyad, dan Rektor UMS, Dr. Sofyan Anif M.Si di halaman Gedung Siti Walidah UMS, Jumat (20/7/2018).

Dalam pelepasan ini, FKIP UMS melepas sebanyak 209 mahasiswa yang diterjunkan di daerah terpencil luar Jawa dan luar negeri. Menurut Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, untuk program PLP dan KKN DIK tahun ini mahasiswa akan dikirim di Malaysia dan Thailand serta beberapa daerah di Luar Jawa, yakni Bangka Belitung, Makassar, Sorong, Palu, Mataram, Medan dan Pontianak.

Selanjutnya, Dekan FKIP UMS mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk membentuk jati diri yang kokoh, kuat, dan berkarakter bagi mahasiswa. Ketiga hal ini menurutnya dapat dibentuk melalui kemandirian yang diperoleh saat berada di lokasi tujuan. “Karena saya memandang mereka memiliki jati diri yang kokoh, kuat, dan berkarakter istilahnya. Sehingga mereka harus kita mandirikan di masing-masing destinasi itu,” ungkapnya.

Dia juga menjelaskan kegiatan yang dilakukan oleh para mahasiswa yang nantinya melakukan kegiatan di setiap lokasi tersebut sangat padat, mulai dari pagi hingga petang kegiatan mereka juga sudah terjadwal. “Teknisnya kalau pagi di sekolah-sekolah, kemudian kalau sore atau malam di lingkungan masyarakat pendidikan, bisa di amal-amal usaha Muhammadiyah strategis,” jelasnya.

Dr. Sofyan Anif menambahkan bahwa kegiatan ini secara langsung mendukung visi misi UMS. Karena UMS sekarang ini sudang memperkuat program-program internasional dalam rangka untuk mencapai visi 2029, yang akan menjadi world class university.
“Maka perlu dikembangkan program internasional yang salah satunya adalah kita memperbanyak kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri, memperbanyak kegiatan mahasiswa magang atau internship. Tapi semuanya itu dipayungi dengan program student mobility,” ungkap Rektor UMS.

Dia juga menambahkan meski kegiatan tersebut hanya berlangsung selama 2 sampai 3 bulan, itu sudah menjadi bagian dari student mobility. Dalam jangka waktu tersebut, mahasiswa juga dapat memperkaya diri dengan budaya internasional yang itu nanti dijadikan bahan untuk pengembangan profesionalitas masing-masing.

“Ketika itu terlaksana maka sudah barang tentu ketika mereka menentukan standar apapun akan berorientasi pada standar internasional. Jadi kalau memproduksi guru UMS, maka guru berstandar internasional,” tambahnya. (Khairul)