Prodi Fisioterapi Gelar Upacara Sumpah Tenaga Kesehatan Fisioterapi Angkatan XXIII

Dikirim oleh ridlo pada Sab, 10/06/2018 - 08:36
sumpah-kesehatan-fisioterapi

Program studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali meluluskan mahasiswanya sebagai tenaga kesehatan. Kelulusan mereka diperlihatkan melalui upacara pengambilan sumpah tenaga kesehatan Fisioterapi angkatan XXIII yang digelar di Gedung Moh. Djazman Kampus 1 UMS, Jumat (5/10/2018).

Terdapat 87 wisudawan/wisudawati yang melakukan sumpah tenaga kesehatan Fisioterapi pada upacara tersebut. Dalam upacara itu, terdapat 3 lulusan terbaik berdasarkan rekapitulasi indeks prestasi kumulatif (IPK), di antaranya lulusan terbaik ke-1 Siti Khadijah dengan IPK 3,94, terbaik ke-2 Desi Puspitasari dengan IPK 3,91, dan terbaik ke-3 Ninik Pramesti dengan IPK 3,81.

Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UMS, Dr. Mutalazimah, S.KM., M.Kes menyampaikan bahwa saat ini Fisioterapi menjadi salah satu profesi yang diperhitungkan. Hal itu ditunjukkan melalui latihan gabungan yang dilakukan oleh Muhammadiyah Disaster Management Center Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (MDMC PWM) Jawa Tengah dalam persiapan penyaluran relawan ke lokasi bencana gempa dan tsunami di Palu.

“Fisioterapi ini merupakan salah satu profesi yang diperhitungkan untuk mengikuti latihan gabungan relawan Muhammadiyah di MDMC PWM Jawa Tengah. Karena kompetensi Fisioterapi itu saat ini memang sangat dibutuhkan, selain tenaga medis yang berhubungan dengan rehabilitasi fisik yang berkaitan dengan dampak gempa. Para lulusan bisa berkontribusi dengan sangat besar di sana,” ucapnya dalam sambutan yang diberikan. 

Rencananya, setelah upacara ini akan dipilih perwakilan dari mereka yang berpotensi untuk siap diterjunkan ke Palu sebagai tenaga medis. Hal ini dilakukan dalam rangka mengamalkan keilmuan yang telah diperoleh para wisudawan/wisudawati selama berada di bangku perkuliahan.

Selanjutnya, Dekan FIK UMS juga berpesan kepada mereka agar menggunakan kompetensi yang didapatkan selama perkuliahan kepada jalan yang benar, menjaga nama baik almamater UMS, dan tetap menjalin komunikasi baik dengan almamater maupun alumni.

Rektor UMS, Dr. Sofyan Anif, M.Si juga memberikan pesan kepada para wisudawan/widudawati dalam sambutannya agar mereka tidak hanya puas dengan D3. Namun juga harus memiliki perencanaan untuk meningkatkan diri mereka baik dalam hal pengetahuan atau kompetensinya.

“Jika kita melihat perkembangan dalam dunia kesehatan, para wisudawan/wisudawati jangan hanya puas dengan D3. Tapi harus ada proses perencanaan untuk meningkat, tidak hanya meningkat dalam hal pengetahuan, tapi juga sekaligus dalam rangka untuk mengantisipasi kebutuhan-kebutuhan tenaga kesehatan, khususnya tenaga Fisioterapi,” pesannya. (Khairul)