Rektor UMS & Menteri Pendidikan Malaysia Menjadi Keynote Bersama pada Seminar Pemartabatan Bahasa Melayu-Indonesia ASEAN IV di FTU Thailand

Dikirim oleh ridlo pada Sen, 11/26/2018 - 09:41
seminar-antarbangsa-ani

Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dr. Sofyan Anif, M.Si, menjadi keynote speaker dalam ajang seminar internasional antar bangsa. Seminar mengenai Bahasa Melayu tersebut diselenggarakan di Fatoni University (FTU) Thailand, Sabtu – Minggu (24-25/11/2018). 

Acara yang berlangsung di hall utama FTU ini mengambil tema “Seminar Antarbangsa, Memartabatkan Bahasa Melayu/Indonesia ASEAN”. Seminar yang mendiskusikan tentang kekuatan dan seluk beluk bahasa Melayu/Indonesia itu merupakan kegiatan rutin dan kali ini adalah penyelenggaraan yang keempat. Seminar tersebut dibuka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Malaysia.

Dalam paparannya, Dr. Sofyan Anif, M.Si mengatakan bahwa Indonesia dan beberapa negara anggota ASEAN memiliki kesamaan misi bagaimana agar Bahasa Melayu/Indonesia bisa menjadi bahasa internasional. Negara-negara yang tergabung dalam ASEAN punya keinginan yang kuat agar Bahasa Melayu/Indonesia bisa mendunia. 

Karena itu, Sofyan menawarkan sejumlah strategi yang harus ditempuh agar cita-cita tersebut bisa terealisasi. Salah satu strategi yang penting adalah meningkatkan pengembangan ipteks (ilmu pengetahuan dan teknologi). “Harus ada strategi dan kebijakan yang secara langsung bisa mendorong dan memperkuat tercapainya misi tersebut. Salah satu strategi yang penting perguruan tinggi di ASEAN harus punya komitmen yang tinggi untuk pengembangan ipteks,” paparnya, Minggu (25/11/2018). 

Rektor UMS ini juga mengungkapkan bahwa selama ini negara-negara ASEAN relatif masih menjadi konsumen ipteks, belum menjadi produsen ipteks. Apabila negara-negara ASEAN dapat menjadi produsen maka Bahasa Melayu/Indonesia dapat berada di level dunia.

“Kalau kita (ASEAN), sudah makin produktif dalam ipteks, maka akan banyak buku-buku dan jurnal-jurnal yang ditulis dalam Bahasa Indonesia dan negara-negara di luar ASEAN menjadi konsumen. Dengan demikian mereka dengan sendirinya akan mengonsumsi karya tulis dalam bahasa Melayu/Indonesia tersebut. Maka ini bagian penting dari upaya memartabatkan Bahasa Melayu/Indonesia tidak hanya dalam kancah ASEAN tapi juga level dunia,” ungkapnya. 

Dalam acara tahunan ini, UMS diwakili oleh Dr. Sofyan Anif, M.Si (Rektor UMS), Prof. Dr. Abdul Ngalim (BPH), dan Prof. Dr. Harun Joko Prayitno (Dekan FKIP).

Prof. Dr. Harun Joko Prayitno berharap agar ke depan kegiatan ini tidak hanya diselenggarakan dalam acara seminar saja. Tetapi lebih dari itu, dapat menjadi sebuah komunitas para peserta dari negara-negara di ASEAN untuk menjunjung tinggi dan mempopulerkan Bahasa Melayu/Indonesia. (Khairul)