Ringankan Beban Korban Bencana di Brebes, Lazismu UMS bersama BMT Amanah Ummah Salurkan Bantuan Kemanusiaan

Dikirim oleh ridlo pada Sen, 03/05/2018 - 09:52
bantuan-brebes

Bencana banjir dan longsor kembali terjadi di Indonesia, tepatnya di Pasir Panjang, Salem, Brebes. Cukup banyak korban jiwa serta rumah yang rusak akibat terjangan banjir disertai tanah longsor tersebut. Bantuan kemanusiaan pun menjadi hal yang sangat dibutuhkan oleh warga yang tertimpa musibah disana. Oleh sebab itu, Lazismu Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bekerjasama dengan BMT Amanah Ummah Sukoharjo menyalurkan bantuan kemanusiaan tersebut langsung ke wilayah bencana, Sabtu (03/03/2018).

Sugeng Riyadi selaku pengurus Lazismu UMS yang turun langsung ke lokasi bancana menuturkan bahwa bantuan tersebut lebih ditujukan kepada anak-anak dan lansia. Selain penyaluran bantuan bahan pokok, mereka juga membuka posko layanan kesehatan gratis yang langsung dapat dimanfaatkan oleh warga disana.

“Bantuan yang kami berikan lebih ditujukan untuk anak-anak, dalam hal ini ada susu segala umur, makanan tambahan, pampers, ditambah untuk lansia. Pada kesempatan kali ini juga kami membuka posko layanan kesehatan gratis berupa pemeriksaan tensi, kolesterol, asam urat, dan sebagainya,” ungkapnya ketika sedang bertugas di lokasi bencana.

Menurut kesaksian dari H. Rahmad dan H. Darsono selaku pengurus BMT Amanah Brebes, kronologi terjadinya bencana ini berawal dari titik pusat longsor yang terbendung dibagian atas perbukitan, Kamis (22/02/2018). Kemudian akibat curah hujan yang cukup tinggi membuat air hujan tersebut mengendap dan mendorong bendungan longsor tersebut yang selanjutnya menerjang persawahan dan jalan di Pasir Panjang bagian atas sekitar jam 8 pagi. Di lokasi itulah banyak korban berjatuhan, karena pada jam tersebut banyak petani sedang menanam dan ada mobil serta motor yang sedang melintas.

Tidak sampai disitu saja, di Pasir Panjang bagian atas, longsor tersebut kemudian terbendung lagi. Sekitar jam 5 sore bendungan tersebut pada akhirnya jebol lagi hingga membawa lumpur, bahkan pohon-pohon pinus yang besar nyangkut di jembatan. Pada akhirnya lumpur masuk ke rumah-rumah warga, bahkan ditemukan pula mayat yang terseret sampai ke perkampungan tersebut.

Carka, selaku Kepala Dusun 2 Desa Pasir Panjang menambahkan perkiraan korban meninggal dalam bencana tersebut sekitar 18 orang. Kemudian korban yang telah ditemukan selama masa pencarian terhitung 11 orang. Selain itu untuk kendaraan yang terseret longsor ada 2 mobil dan 4 motor.

Kemudian berkenaan dengan penyaluran bantuan yang diterima di posko bencana, dia menjelaskan untuk penyaluran bantuannya sendiri nantinya hanya akan disalurkan kepada korban yang terkena dampak bencana di desa tersebut.

“Penyaluran sesuai dengan korban terdampak lumpur disini. Berarti yang terdampak Rt 6, Rt 2, sama Rt 4 di Rw 2 di Pasir Panjang. Karena yang kena musibah ini hanya Desa Pasir Panjang, yang lainnya tidak ada,” ungkapnya ketika ditemui usai menerima bantuan. (Khairul)