Tanamkan Akhlak Islami Serta Kemampuan Berbahasa Melalui Mentoring AIK-ETP

Dikirim oleh ridlo pada Sen, 09/10/2018 - 08:42
go-metoring-2018

Mengawali tahun ajaran 2018/2019, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan Grand Opening Mentoring dan English Tutorial. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh mahasiswa baru yang telah diterima di UMS, Sabtu (8/9/2018). Kegiatan ini berlangsung di Masjid Sudalmiyah dengan diisi tausiyah dan motivasi oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Ustadz Abdul Mu'ti. Event yang dilaksanakan oleh LPPIK dan LPIDB tersebut mengambil tema “Menggelorakan Dakwah Menuju Masyarakat Kampus yang Madani”.

Dalam kegiatan ini dijelaskan mengenai tata cara dan aturan pelaksanaan mentoring maupun tutorial Bahasa Inggris. Pelaksanaan kedua kegiatan wajib yang harus diikuti oleh para mahasiswa untuk 2 semester ke depan akan dipandu oleh pembimbing yang juga berasal dari mahasiswa. Nantinya para mahasiswa baru akan digembleng dalam kegiatan Mentoring Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) dan Tutorial Bahasa Inggris khususnya untuk speaking, dengan tujuan menanamkan akhlak islami dan mengembangkan skill berbahasa inggris yang dibutuhkan masyarakat global sekarang ini. 

Acara ini secara langsung dihadiri oleh Rektor UMS, Dr. Sofyan Anif, M.Si. Dalam kesempatan ini beliau memberikan sambutan dengan harapan mahasiswa baru akan menjadi kader-kader bangsa yang hebat sekaligus menjadi kader persyarikatan yang mumpuni dan berakhlak mulia.

Selanjutnya, Ustadz Abdul Mu'ti memberikan semangat mahasiswa agar menjadi pribadi muda yang terus berpikiran maju dan selalu bervisi sebagai agen perubahan. Salah satu tips menjadi generasi maju adalah sederhana, maukah para mahasiswa setiap hari bangun di waktu fajar. Begitulah tantangan Abdul Mu'ti kepada para mahasiswa.

Dia juga memberikan pemahaman kepada para mahasiswa mengenai ilmu pengetahuan. Dimana ilmu pengetahuan tersebut juga berasal dari perilaku manusia, terlebih apabila mereka mau mengamalkan firman Allah SWT dan berdzikir kepada-Nya.

“Lahir ilmu dari perilaku manusia, dan sebenarnya disitulah kalau umat islam itu mengamalkan firman Allah tentang ilmu, mau untuk berdzikir kepada Allah, maka nanti akan lahirlah ilmuwan-ilmuwan muslim, yang mereka dapat mengintegrasikannya antara ayat-ayah qouliyah dengan ayat-ayat qouniyah,” jelasnya.

Dia juga menambahkan bagaimana tipe intelektual yang diharapkan oleh Muhammadiyah, khususnya bagi mahasiswa yang berada di UMS. Bagi Muhammadiyah, tipe seorang mahasiswa yang diharapkan adalah mereka yang menuntut ilmu namun tidak meninggalkan kewajiban agamanya.

“Sholatnya rajin-rajin, penelitiannya rajin-rajin. Meski disibukkan dalam pekerjaan, tapi tahajudnya juga tidak pernah berhenti. Itulah yang diharapkan dari para mahasiswa UMS. Orang yang kepribadiannya utuh, bukan orang yang kepribadiannya terbelah,” tambahnya. (Khairul)