Terima Bantuan 500 Judul Buku, Perpustakaan UMS Optimis Penuhi Kebutuhan Informasi

Dikirim oleh ridlo pada Jum, 11/24/2017 - 13:33
pepus-terima-buku

Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendapat bantuan sebanyak 500 judul atau 1.000 eksemplar buku dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia. Bantuan diterima langsung oleh Kepala Perpustakaan UMS, Mustofa di Perpustakaan UMS, Selasa (21/11).

Mustofa mengemukakan, UMS merupakan salah satu diantara 100 PTN/PTS Indonesia yang mendapatkan bantuan buku dari Perpusnas tersebut. "14 Perpustakaan yang mendapat bantuan buku adalah Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) termasuk UMS," jelas Mustofa seusai acara serah terima bantuan bukuk di Kampus UMS - Pabelan.

"Pemberian bantuan/hibah buku ini diberikan kepada Perguruan Tinggi yang telah memiliki MoU Kerjasama dengan Perpusnas RI," ungkapnya.

Menurut Mustofa, bantuan tersebut sebagai stimulasi yang diberikan oleh Perpusnas dengan harapan para pengelola Perpustakaan PTN/PTS dapat terus mengembangkan Perpustakaannya, baik dari sisi sarpras maupun koleksinya, sehingga dapat memenuhi kebutuhan bahan bacaan dan informasi yang optimal bagi sivitas akademika maupun pengunjung lainnya.

Mustofa menyatakan bahwa bantuan buku tersebut sangat bermanfaat untuk menambah kekayaan koleksi di Perpustakaan UMS, dan diharapkan bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh pemustaka, khususnya sivitas akademika UMS dalam memnuhi kebutuhan akan informasi.

Pada kesempatan sama, Mustofa mengemukakan bahwa Perpustakaan UMS telah terakreditasi “A” sejak dua tahun silam. Akreditasi tersebut berdasarkan sertifikat Perpusnas RI no. 05/1/eeVIII.2015 tertanggal 7 Agustus 2015. Lebih lanjut akreditasi A tersebut merupakan sebuah prestasi yang membanggakan. 

“Prestasi ini adalah sebuah capaian yang luar biasa dan sangat membanggakan bagi kami sebagai pengelola Perpustakaan, sekaligus sebagai tantangan bagi kami untuk terus bisa maju dan berkembang seiring dengan perkembangan dunia Perpustakaan khususnya Perpustakaan Perguruan Tinggi,” ujarnya.

Dengan hasil tersebut, menurut Kepala Perpustakaan UMS pihaknya akan terus melakukan pembenahan-pembenahan di dalam tubuh Perpuspustakaan UMS, di antaranya memperbaiki dan merenovasi beberapa sarana dan prasarana yang ada, meningkatkan jumlah koleksi, meningkatkan kualitas SDM, mengembangkan sistem informasi, dan lain-lain.

“Yang paling berdampak dari terakreditasi A Prpustakaan UMS ini adalah pengakuan dari lembaga luar, di antaranya beberapa tawaran kerjasama dari berbagai lembaga,” ujarnya.

Diantarnya, banyak kunjungan dari lembaga-lembaga luar terutama Perpustakaan Perguruan Tinggi yang ingin belajar tentang pengelolaan Perpustakaan, khususnya mengenai sistem otomasi dan pengelolaan repository. Kedua sistem tersebut memberikan kontribusi penuh dalam proses akreditasi institusi maupun prodi. (Eko - Editor.Ahmad)