Tim Cube UMS Sabet Juara 2 dalam Kompetisi Beton

Dikirim oleh ridlo pada Sab, 06/02/2018 - 11:32
cube-juara-2

Penambahan prestasi di tingkat nasional kembali mewarnai Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Kini prestasi tersebut diraih oleh mahasiswa Teknik Sipil dari unit kegiatan mahasiswa Cube UMS dalam lomba inovasi beton. Dalam lomba tersebut, ada 2 prestasi yang diraih oleh mereka, yaitu juara 2 yang diraih tim Al Fatir Cube UMS dan juara harapan 2 yang diraih oleh tim Ar Rayyan Cube UMS.

Lomba yang diselenggarakan di Universitas AtmaJaya Yogyakarta tersebut mengambil tema Innovation of High Strenght Green Concrete Competition 2018. Banyak rangkaian tahap yang harus dilalui oleh seluruh peserta untuk mencapai puncak kompetisi, mulai dari tahap seleksi proposal yang diikuti oleh 58 tim dari PTN dan PTS se-Indonesia hingga presentasi final kompetisi yang menyisakan 5 tim saja, Jumat (11/05/2018).

Ketua tim Al Fatir Cube UMS, Deali Sufenda menjelaskan bahwa untuk dapat mencapai puncak dari kompetisi tersebut memerlukan perjuangan yang keras. Perjuangan mereka sudah dimulai sejak liburan semester yang lalu.

“Kita persiapan itu pas liburan semester kemarin. Pas liburan kemarin hampir kita di isi penuh dengan trial pembuatan beton dan latihan pembuatan proposal sama penulisan itu. Jadi kurang lebih i 1 bulan persiapan buat proposal dan latihan buat betonnya,” jelasnya.

Persiapan yang panjang tersebut dikarenakan mereka harus dapat membuat inovasi beton yang pas dengan tekanan 50 mpa. Jadi yang dinilai oleh panitia bukan kuatnya, namun ketepatan tekanan dari beton itu sendiri, sehingga komposisi desainnya harus tepat.

Perjuangan keras tim Cube UMS ini terbukti membuahkan hasil yang memuaskan. Dari 58 tim yang diawal mengikuti tahap seleksi proposal tersebut, tim dari UMS ini dapat menyingkirkan banyak PTN dan menjadi saru-satunya tim yang berasal dari PTS. Dari ke-5 tim yang masuk finial diantaranya ada 2 tim UMS, 2 tim Undip, dan 1 tim UNS.

Salah satu anggota dari tim Al Fatir, Muklis Indarto mengungkapkan bahwa keunggulan dari tim mereka karena adanya sebuah inovasi. Terlebih inovasi tersebut berkaitan dengan pemanfaatan bahan yang dapat mencemari lingkungan.

“Jadi untuk tim kami itu menggunakan inovasi dari 3 bahan tambah. Yang pertama pakai freas dan sirikafium yang digunakan untuk subtitusi dari semen. Kemudian kami juga menggunakan limbah besi bubut yang kami asumsikan sebagai subtitusi dari agregat halus.” 

Ketiga bahan tersebut dinilai inovatif sebab apabila tidak dimanfaatkan dengan baik akan mencemari lingkungan. Sehingga inovasi ini dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan pencemaran lingkungan dan menjadikan beton mereka menjadi beton yang ramah lingkungan selain bermutu tinggi. Selain itu, ada 1 bahan tambahan lagi yaitu superplasticizer sky 814 untuk mempercepat dan menambah kuat betonnya. (Khairul)