Tingkatkan Pengetahuan dan Pengalaman Bela Diri, UMS Gelar Turnamen 5 Tapak Suci

Dikirim oleh ridlo pada Rab, 01/03/2018 - 09:32
lomba-tapaksuci

Sebagai ajang dalam meningkatkan pengetahuan dan pengalaman mengenai bela diri, Tapak Suci Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Turnamen 5 Tapak Suci antar pelajar se-Jawa Tengah 2018. Turnamen yang digelar di Gedung Olah Raga (GOR) UMS tersebut akan di selenggarakan selama 4 hari, Selasa-Jumat (2-5/01/2018).

Turnamen yang dihadiri oleh 512 orang tersebut ternyata tidak hanya diikuti oleh peserta dari Jawa Tengah saja. Namun, tercatat ada 2 provinsi yang turut meramaikan Turnamen Tapak Suci 5 ini. Kedua provinsi tersebut yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Papua.

Rektor UMS, Dr. Sofyan Anif, M.Si mengungkapkan harapannya agar melalui kejuaraan ini  dapat menghasilkan para pemenang yang menjadi Kader Muhammadiyah yang tangguh. “Saya berharap acara yang akan berlangsung selama 4 hari kedepan akan berjalan lancar. Selain itu juga dapat menghasilkan para pemenang dan menjadi Kader Muhammadiyah yang tangguh dalam rangka mengembangkan persyarikatan kita,” ungkapnya.

Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa UMS bisa menjadi besar seperti sekarang ini juga karena Tapak Suci. Melalui sumbangan prestasi yang telah diraih oleh Tapak Suci, nama UMS juga semakin harum dan di kenal oleh masyarakat. Salah satunya adalah didapatnya medali emas oleh Della Kusumawati dalam Pekan Olahraga Mahasiswa  cabang pencak silat tahun 2017 yang lalu.

Bagi Muhammadiyah, kegiatan turnamen semacam ini juga merupakan moment yang tepat untuk mencari bibit unggul Kader Muhammadiyah. Hal tersebut juga disampaikan oleh Rektor UMS dalam sambutannya. “Ini akan menjadi salah satu sarana untuk mencari bibit-bibit unggul dalam rangka untuk melestarikan Muhammadiyah melalui tapak suci,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini pula, Drs. H. Dahlan Rais, M.Hum selaku Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah memaparkan maksud dari Rektor UMS mengenai bagaimana menjadi Kader Muhammadiyah yang tangguh. Menurutnya, untuk menjadi Kader Muhammadiyah yang tangguh maka kita perlu memiliki 6 hal yang penting, (1) memiliki akidah islam yang kuat, (2) memiliki akhlak yang mulia, (3) memiliki ilmu yang dalam dan luas, (4) senantiasa menjaga amal saleh, (5) mencintai sesama, dan (6) memiliki badan fisik yang sehat dan kuat.

“Memiliki badan yang sehat dan kuat itu penting, sebab tanpa itu apa yang disebut sebelumnya akan menjadi sesuatu yang berat bahkan tidak bisa dilaksanakan,” tutupnya. (Khairul)