UMS Gelar Cinta Subuh, Laksanakan Serah Terima Masjid Sudalmiyah Rais

Dikirim oleh ridlo pada Sab, 01/12/2019 - 14:14
serahterima-masjid

Cinta subuh merupakan salah satu kegiatan Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) yang rutin di gelar oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Kali ini kegiatan rutin tersebut diikuti oleh dosen dan tenaga pendidik (tendik) di lingkungan UMS.

Cinta Subuh yang dilaksanakan di Masjid Sudalmiyah Rais, Kampus 2 UMS ini juga terdapat acara serah terima pembangunan masjid. Serah terima ini dilakukan oleh Nur Hasan selaku ketua pembangunan kepada Dr. Sofyan Anif, M.Si selaku Rektor UMS. Selanjutnya dari Rektor UMS dilanjutkan kepada ketua takmir masjid, Syamsul Hidayat.

Dalam sambutannya, Rektor UMS, Dr. Sofyan Anif, M.Si menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini bagi dosen dan karyawan sebisa mungkin terus ditingkatkan, jika perlu agendakan hari bermuhammadiyah yang dilakukan 3 bulan sekali. Himbauan tersebut juga telah disampaikan kepada LPPIK secara lisan sebelumnya.

“3 bulan sekali cukup. Pada saat itu kita menghimbau kepada seluruh civitas, baik itu dosen karyawan semua harus hadir. Baik yg berdomisili di solo maupun di Jogja,” ucapnya, Sabtu (12/1/2019).

Menurut Rektor UMS, kegiatan ini merupakan sebuah bentuk kegiatan dari hari bermuhammadiyah. Kegiatan dalam hari bermuhammadiyah ini dapat dilaksanakan dengan adanya sebuah semangat dan komitmen dalam menjalankannya. Bahkan Dr. Sofyan Anif, M.Si menghimbau untuk mengajak keluarga.

“Yang di harapkan dari hari bermuhammadiyah itu adalah komitmen dan semangat yg harus kita bangun. 3 bulan sekali semua civitas dan kalo bisa beserta keluarga, kita bisa melihat betapa senangnya UMS yg sudah masuk umur 60 tahun itu bisa membangun semangat identitas komitmen kita terhadap perserikatan,” ucapnya.

Visi UMS pada tahun 2029 adalah UMS menjadi Pusat Pendidikan dan Pengembangan IPTEKS yang Islami dan memberi arah perubahan. Dr. Sofyan Anif, M.Si melihat bahwa perumusan ini memerlukan waktu yang cukup panjang. Bahkan dalam perumusan visi ini, para senior di UMS telah membaca peluang kedepan.

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Drs. Dahlan Rais, M.Hum menambahkan bahwa Muhammadiyah juga telah berada pada jalur perjuangan yang benar. Muhammadiyah bergerak pada bidang pendidikan, kesehatan, serta santunan dan pelayanan sosial. Ketiga hal itu merupakan hal terpenting dalam mengukur perkembangan bangsa.

“Pendidikan merupakan investasi terpenting dari sebuah bangsa. Meskipun waktu berjangka panjang tapi tidak ada yang melebihi investasi SDM tersebut,” ungkapnya.

Namun hal tersebut dilihat belum cukup. Drs. Dahlan Rais, M.Hum menambahkan bahwa nantinya Muhammadiyah juga akan bergerak dalam bidang ekonomi. Hal ini didasarkan bahwa pimpinan Muhammadiyah di masa lampau merupakan seorang pedagang dan pengusaha.

“Maka kemudian kita perlu melirik pada bidang lain, yaitu bidang ekonomi. Meski kalau kita melihat sejarah, Muhammadiyah sangat lengket dengan bidang usaha,” tambahnya. (Khairul)