UMS Gelar Edu-Cultural Fair 2019, Libatkan 6 Perguruan Tinggi Luar Negeri

Dikirim oleh ridlo pada Rab, 06/26/2019 - 08:21
ums-educulturalfair

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus berkiprah dengan kegiatan-kegiatan yang bukan hanya melibatkan mitra nasional melainkan juga para mitra internasional. Sebagai perguruan tinggi yang berorientasi pada kampus internasional maka UMS juga terus bermitra dengan perguruan-perguruan tinggi luar negerai guna terlibat dalam kegiatan bersama.

Seperti yang berlangsung dalam penyelenggaraan kegiatan Edu-Cultural Fair 2019. Kegiatan yang diinisiasi oleh Biro Kerjasama dan Urusan Internasional (BKUI) ini dilaksanakan selama 2 hari, Senin – Selasa (24-25/6/2019) di Gedung Induk Siti Walidah UMS dengan melibatkan partisipasi dari 6 perguruan tinggu dari sejumlah negara.

“UMS bukan hanya dikenal sebagai perguruan tinggi swasta terbaik nasional, melainkan juga berkiprah dan dikenal di luar negeri. Karena itulah salah satu usahanya terus mengembangkan program dan kerjasama antar universitas antar Negara. Seperti kegiatan Edu Cultural Fair 2019 ini,” ungkap Kepada Bidang Program Internasional BKUI, Hepy Adityarini, Ph.D, Selasa (25/6/2019).

Ia mengungkapkan, BKUI sendiri memiliki misi untuk mengangkat reputasi UMS di dunia internasional. Sehingga dalam kegiatan tersebut BKUI ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa UMS telah memiliki banyak mitra dari luar negeri.

“Kami banyak memiliki mitra universitas dari luar negeri, jadi kami ingin menunjukkan kepada khalayak umum bahwa UMS itu sudah melakukan internasionalisasi perguruan tinggi. Memang sepertinya belum banyak yang mengetahui program-program apa saja yang kita tawarkan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Edu-Cultural Fair 2019 ini diikuti oleh 6 universitas mitra, diantaranya Dong-a University, Youngsan University, Queensland University of Technology, Universiti Tun Hussein Onn Malaysia, University of Leeds, dan Universiti Putra Malaysia. Selain menampilkan pengenalan dari universitas mitra tersebut, pada hari pertama kegiatan ini menyajikan pertunjukan seni yang dilakukan oleh mahasiswa asing yang belajar di UMS. Selanjutnya pada hari kedua diadakan International Food Festival yang dapat diikuti oleh umum secara gratis. Dalam International Food Festival semua yang hadir dapat mencicipi makanan dari luar negeri yang dipertunjukkan di acara itu.

Hepy Adityarini yang juga Ketua Panitia Edu Cultural Fair 2019 UMS ini menambahkan bahwa isi dalam acara tersebut untuk memperkenalkan budaya asing kepada masyarakat dan menciptakan rasa toleransi antar budaya. Terlebih UMS memiliki sekitar 100 mahasiswa asing yang terdiri dari Thailand, Palestina, Jordan, Zimbabwe, Uganda, Sudan, Rusia, Tiongkok, Meksiko, Madagaskar, dan lain sebagainya.

“Akan lebih baik kalau kita ini bisa memperkenalkan budaya asing kepada masyarakat lokal. Selain itu juga untuk memupuk rasa toleransi, respect kepada kebudayaan asing, dan juga supaya mahasiswa asing yang ada disini itu merasa bahwa UMS itu memang betul-betul ngopeni mereka,” jelasnya.

Dari kegiatan ini Hepy berharap agar Edu-Cultural Fair tidak hanya diselenggarakan sekali saja, namun dapat rutin dilaksanakan setiap tahunnya. “Kedepannya kalau bisa bisa diadakan rutin, diadakan setiap tahunnya dan mengundang peserta yang lebih banyak lagi,” harapnya.

Sejauh ini, UMS telah memiliki 10 kelas internasional yang terdapat dalam beberapa program studi, yaitu Prodi Teknik Sipil, Prodi Mesin, Prodi Kimia, Prodi Elektro, Prodi Informatika, Prodi Komunikasi, Prodi  Keperawatan, Prodi Pendidikan Agama Islam (pembelajaran melalui Bahasa Arab), Prodi Manajemen, dan Prodi Akuntansi.

Program internasional yang terdapat dalam 10 prodi tersebut tidak hanya berupa pembelajaran melalui bahasa asing, namun mereka juga dapat memilih untuk penjurusan Double Degree atau tetap berada di kelas internasional dan mengikuti program student exchange.

Melalui kelas internasional diharapkan mahasiswa memiliki international experience. Supaya hal itu dapat tercapai maka perlu menggandeng universitas mitra. Sehingga antara UMS dan kampus mitra yang mengadakan kerjasama dapat sama-sama memperoleh manfaat atau keuntungan. (Khairul)