UMS Jalin Kerjasama dengan Suez Canal University Mesir, Garap Kajian Pengembangan Pendidikan Pariwisata Kedua Negara

Dikirim oleh ridlo pada Sab, 03/23/2019 - 14:20
kerjasama-suezcanal

Pengelolaan pariwisata dapat menjadi salah satu sumber pendapatan negara yang cukup besar, khususnya di Indonesia dan Mesir. Melihat potensi wisata yang cukup besar di dua negara tersebut, Universitas Muhammadiyah Surakarta melakukan kerjasama dengan Suez Canal University Ismailia Mesir. Kerjasama yang dibangun antara kedua perguruan tinggi terkemuka tersebut adalah pengembangan pendidikan dan kajian pariwisata kedua negara.

Sebagai langkah awal, UMS menggelar kuliah umum tentang potensi pariwisata kedua negara dengan menghadirkan pakar manajemen pariwisata dari Suez Canal University. Kuliah umum yang digelar, Selasa (19/3/2019) di Ruang Seminar Gedung Induk Siti Walidah UMS itu dihadiri lebih dari 300 peserta.

Tema yang diambil dari Kuliah Umum ini adalah 'The Future of Tourism Industry in Indonesia and Mesir' dengan pembicara Prof. Dr. Nadia Hussein Hamed Maher selaku Dekan Fakultas Pariwisata dan Manajemen Hotel Suez Canal University (Dean of the Faculty of Tourism and Management Hotels Suez Canal University).

Rektor UMS, Dr. Sofyan Anif, M.Si menjelaskan kehadiran Prof. Dr. Nadia Hussein Ahmed Maher dapat menjadi salah satu partner dalam mengembangkan kerjasama antara UMS dan Suez Canal University.

“Kehadiran Prof. Dr. Nadia ini menjadi salah satu partner yang nanti akan kita kembangkan antara UMS dengan Suez Canal University, dalam berbagai bidang tapi lebih khusus kepada bidang yang terkait dengan tourism,” jelasnya.

Rektor UMS menambahkan turis asing Timur Tengah yang paling banyak berasal dari Indonesia. Selain itu, orang-orang di Timur Tengah juga sangat suka untuk dating ke Indonesia. Sehingga perlu dikembangkan kerjasama yang lebih dinamis yang bias membawa kemajuan 2 perguruan tinggi antara UMS dan Suez Canal University.

Terkait dengan masa depan pariwisata antara Indonesia dengan Mesir, Dr. SofyanAnif berharap nantinya hal ini dapat menjadi kerjasama yang lebih dinamis lagi, salah satunya adalah dengan membuka prodi di Suez Canal University.

“Mungkin kita bias mengembangkan salah satu program studi di Suez Canal University yang terkait dengan tourism seperti halnya yang kita sudah ada kerjasama dengan Al-Azhar University, kita membuka Prodi Bahasa Indonesia di sana,” harapnya.

Dalam kuliah umum tersebut, Prof. Dr. Nadia Hussein merasa terkesan dengan lantunan lagu Indonesia Raya dan Sang Surya yang dinyanyikan seluruh peserta sebelum acara dimulai. Dirinya mengaku merasa bergetar ketika mendengarkan nyanyian tersebut. Dia bahkan ingin menirukan lagu tersebut dengan membaca lirik yang ditampilkan di layar monitor serta mengikuti gerak bibir para peserta.

Prof. Dr. Nadia Hussein mengungkapkan Suez Canal University akan berusaha dengan baik dalam rangka menjalin kerjasama yang diharapkan oleh Rektor UMS.

“Saya akan berusaha untuk melakukan sebaik-baiknya hubungan kebudayaan dan kemudian hubungan pendidikan, dan yang lain-lainnya antara UMS dengan Suez Canal University,” ungkapnya.

Prof. Dr. Nadia juga mengaku gembira atas undangan yang diterimanya. Bahkan beliau mengatakan undangan ini bukan undangan yang pertama, namun akan ada pula undangan-undangan berikutnya, sehingga akan ada hubungan antara keduanya dengan sangat baik.

Selain itu, beliau juga meminta agar nantinya ada 5 mahasiswa yang dipilih oleh UMS untuk melakukan kunjungan ke Ismailia dalam rangka melihat potensi wisata yang ada di sana. “Izinkan kepada kami untuk memilih 5 dari mahasiswa-mahasiswa UMS untuk melakukan kunjungan ke Provinsi Ismailia,” pintanya. (Khairul)