UMS Lahirkan 1022 Lulusan Unggul

Dikirim oleh ridlo pada Sab, 05/12/2018 - 13:44
wisuda-4-2018

Menutup bulan Sya'ban, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar prosesi Wisuda Periode IV Tahun Akademik 2017/2018 pada 26 Sya'ban 1439 H atau yang bertepatan dengan 12 Mei 2018 M. Diselenggarakan di GOR Kampus II UMS, meluluskan wisudawan dan wisudawati dari program diploma, strata 1 dan strata 2.

Mengawali prosesi wisuda, Wakil Rektor Akademik Dr. Muhammad Da'i, M.Si, Apt menyampaikan laporan terkait pelaksanaan wisuda periode IV tersebut. Wisuda periode IV meluluskan 1022 wisudawan/wisudawati dengan 252 lulusan berpredikat cumlaude. Mereka yang diwisuda berasal dari Program D-III sebanyak tiga orang, Program S-1 tercatat 922 orang dan Program Pascasarjana 97 orang.

Para lulasan S-1 berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 183 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 232 orang, Fakultas Hukum 63 orang, Fakultas Teknik 167 orang, Fak Geografi 17 orang, Fakultas Psikologi 31 orang, Fakultas Agama Islam 27 orang, Fakultas Farmasi 23 orang, Fakultas Komunikasi dan informatika 40 orang, Fakultas ilmu Kesehatan 139 orang. Untuk lulusan D-III sebanyak tiga orang berasal dari Fakultas Ilmu Kesehatan Prodi Fisioterapi.

Sedangkan 252 wisudawan wisudawati yang lulus cumlaude terbanyak berasal dari FKIP 64 orang. Diikuti FEB 53 orang, Fakultas Hukum 16 orang, Geografi 2 orang, FAI 6 orang, Farmasi  4 orang,  FIK 45 orang, FKI 11 orang dan Sekolah Pascasarjana 11 orang.

Pada wisuda periode IV Tahun Akademik 2017/2018 terdapat tiga wisudawan dari luar negeri. Mereka adalah Abdallah Mohammad Abdel Rahmn Abuobead dari Arab Saudi (elektro), Oday SA Natsha dari Jerusalem (Manajemen) dan Abdurahman Yasin Mohammed Husein dari Kuwait (Mag Teknik Sipil).

Sejak berdiri hingga kini UMS telah meluluskan 116.806 alumni dari Program D-III, S-1 dan S-2. Lulusan terbaik dengan IPK 3,95 yakni Anggi Putri Aria Gita dari Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat. Sedangkan Rahmatika Nur Mutatohirina dari FKIP/ pendidikan Matematika merupakan lulusan termuda yang lulus pada usia 19 tahun, 9 bulan 5 hari.

Pada kesempatan yang sama, Rektor UMS Dr. Sofyan Anif, M.Si dalam amanatnya menyampaikan beberapa hal terkait sarana prasarana, prestasi universitas serta tanggung jawab alumni UMS. Berkaitan dengan sarana prasarana, Rektor UMS berjanji akan menyediakan sebuah gedung baru yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan civitas untuk penyelenggaraan acara berkapasitas besar.

"Kedepannya akan disiapkan gedung baru yang diperkirakan menghabiskan anggaran 250 milyar rupiah dan kami berinama Edutorium, gedung baru ini berkapasitas 8rb orang dengan dilengkapi fasilitas modern dan terbarukan, nantinya akan menggukan eskalator  bukan tangga," jelas Dr. Sofyan Anif.

Selain itu Rektor UMS juga menjelaskan bahwa pada saat ini, UMS menjadi Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) terbaik. UMS juga menyandang Akreditasi A, dimana diantara 4500 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) baru terdapat 60 perguruan tinggi yang telah memiliki akreditasi A. Memiliki jumlah Guru Besar terbanyak diantara PTS se-Indonesia serta memiliki jumlah Doktor lulusan luar negeri terbanyak diantara PTS dan PTM. Disamping itu UMS juga baru-baru ini mendapat penghargaan dari media masa sebagai PTS terbaik.

Dengan berbagai prestasi yang diraihnya, UMS berhasil meningkatkan animo calon mahasiswa baru dibuktikan dengan meningkatnya jumlah pendaftar setiap tahunnya. Hal tersebut juga memicu UMS untuk lebih selektif dalam menerima input, sehingga mampu menghasilkan output yang berkualitas. Tercatat pada wisuda kali ini menghasilkan lulusan berpredikat cumlaude sebanyak 25% dari total wisudawan hari ini.

Menutup amanatnya, Rektor UMS berpesan bahwa prosesi wisuda bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari perjuangan wisudawan untuk mengamalkan segala sesuatu yang diperolehnya selama menuntut ilmu. Selain itu juga alumni UMS haruslah memiliki kemauan keras dalam mengembangkan diri. "Wisuda bukan terakhir dari proses pendidikan, teruslah belajar dan semangat mengembangkan diri," tutupnya. (Ahmad)