Rektor UMS : Upacara HUT RI Momentum untuk Evaluasi dalam Mengabdi untuk Tanah Air

Dikirim oleh ridlo pada Sab, 08/17/2019 - 10:44
upacara-hutri-74

Semangat memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia juga bergelora di kalangan keluarga besar Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Para pimpinan universitas, dosen, karyawan, ortom dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UMS melakukan Upacara Bendera memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 di Halaman Gedung Induk Siti Walidah (17/8/2019).

Dalam upacara yang dimulai pukul 07.00 WIB itu, bertindak selaku inspektur upacara adalah Rektor UMS, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si. Dalam amanatnya, Rektor UMS mengajak untuk bersyukur karena hidup di negara yang meskipun berbeda-beda tapi tetap satu. “Bersyukur bisa menjadi bagian dari negara yang memiliki dasar negara Pancasila. Kita harus bersyukur di amanahi Pancasila. Karena nilai-nilai pancasila di dalamnya mengandung nilai ketauhidan, contohnya pada sila pertama," ujarnya.

Rektor mengingatkan bahwa pelaksanaan upacara ini bukan hanya untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, melainkan juga momentum evaluasi bagi masing-masing untuk terus mengabdi pada tanah air tercinta dan bangsa.

"Tiap tahun kita selenggarakan Upacara HUT RI. Tujuannya bukan hanya untuk mengenang jasa pahlawan, tapi juga sebagai bentuk evaluasi diri. Kontribusi apa yang sudah kita berikan untuk negeri, kemudian kita perbaiki pengabdian kita supaya lebih baik," ungkap Rektor UMS di atas podium Inspektur upacara.

Kemudian Rektor mempertegas, tantangan perjuangan bangsa Indonesia ke depan sangatlah menantang, terlebih saat ini sedang memasuki era disrupsi. Diharapkan setiap dosen, karyawan, mahasiswa dan masyarakat umum untuk bisa menguasai teknologi tapi tidak meninggalkan Ideologi agama, bangsa dan persyarikatan.

"Apalagi di era disrupsi, kita tidak boleh lemah terhadap terknologi tapi jangan juga meninggalkan ideologi. Mari bersama-sama membangun bangsa ini sesuai bidang keahliannya masing-masing. Semua kita lakukan dalam rangka mengabdi untuk negeri," tegasnya.

Profesor Sofyan Anif mengakhiri amanatnya dengan mengajak berkomitmen untuk selalu luwes dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dan selalu menjaga kekuatan spiritual. "Jadi akhirnya di satu sisi, kita memiliki kekuatan IPTEK, tapi disisi lain harus memiliki kekuatan spiritual. Inilah cara kita sebagia orang beriman, sekaligus sebagai warga Muhammadiyah dalam memberi kontribusi pada bangsa dan Negara," katanya.

Selepas upacara hari Kemerdekaan Republik Indonesia ini, seluruh peserta upacara menyantap hidangan sarapan pagi yang telah disediakan. Nasi liwet dan teh manis khas Solo pun, melengkapi suasana persatuan yang menggembirakan tersebut. (Rizqi)