Tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menyabet medali perak dalam lomba esai dan business plan tingkat nasional NEIRA Competition III. Inovasi yang mereka bawakan turut mendukung pencegahan greenwashing.
NEIRA (National Empowerment, Innovation, Research, and Art) Competition adalah perhelatan yang diselenggarakan oleh Sentosa Foundation, bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Budidaya Hutan Universitas Gadjah Mada (UGM). Lomba yang digelar pada 29–30 Agustus 2026 ini mengusung tema “Sinergi Kreativitas dan Intelektualitas Pemuda untuk Indonesia Berkelanjutan”.
Tim UMS merupakan hasil kolaborasi lintas program studi. Adapun anggotanya, antara lain Alif Galuh Ristika (Akuntansi), Ilham Ridho Ardhana (Akuntansi), dan Muhammad Hasbi Assidiqi (Sistem Informasi).
Dalam kompetisi nasional tersebut, tim UMS mempresentasikan gagasan revolusioner bertajuk “VERITAS EIRR (Green-Adjusted EIRR)”. EIRR adalah Economic Internal Rate of Return (tingkat pengembalian internal ekonomi).
Inovasi ini berangkat dari urgensi bahwa penilaian kelayakan investasi tidak lagi berpatokan pada keuntungan finansial semata, melainkan wajib memperhitung dampak lingkungan. “Dampaknya seperti konsumsi energi, emisi karbon, dan pengelolaan limbah,” ujar Alif, anggota tim.
Perancangan VERITAS EIRR menggabungkan kekuatan lintas keilmuan secara komprehensif. Dari kacamata ekonomi dan akuntansi, Alif dan Ilham menyusun kerangka arus kas proyek untuk memastikan valuasi investasi terukur secara presisi.
Dari sisi teknologi, Hasbi merancang infrastruktur teknis memanfaatkan sensor internet of things untuk pengumpulan data real-time, teknologi blockchain guna menjamin keabsahan dan keamanan data, serta analisis kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi risiko keberlanjutan sekaligus mencegah praktik greenwashing.
Greenwashing adalah strategi pemasaran sebuah produk yang diklaim ramah lingkungan. Padahal, produk tersebut tidak memperhatikan aspek lingkungan dalam rantai produksinya.
Di bawah bimbingan dosen Fajar Khollilulloh, S.E., M.Acc., solusi ini dirancang selaras dengan perwujudan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs, khususnya pilar ke-9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), pilar ke-12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta pilar ke-13 (Penanganan Perubahan Iklim).
“Gagasan ini juga disusun sejalan dengan roadmap keuangan berkelanjutan dan regulasi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) terkait pelaporan lingkungan industri,” kata Fajar.
Penulis: Gede Arga Adrian
Editor: Maysali Sudarwati
Penelitian
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







