Tim dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil mendampingi Kelompok Wanita Tani (KWT) Kopen SAE mengembangkan budidaya sayur hidroponik di Kampung Kopen, Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. Program pengabdian masyarakat ini menjadi wujud nyata penguatan ekonomi hijau berbasis pemberdayaan perempuan di tingkat kampung, sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi kampus dalam menjawab persoalan riil yang dihadapi masyarakat sekitar.
Program bertajuk "Penguatan Ekonomi Hijau Kelompok Wanita Tani Kopen Sae melalui Inovasi Produksi dan Pemasaran Sayur Hidroponik di Desa Ngadirejo, Kartasura" ini diketuai oleh Dr. Masduki, M.Si., dan didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Republik Indonesia Tahun Anggaran 2026. Program ini dilaksanakan mulai bulan Mei hingga September 2026.
Di lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal, kini berdiri instalasi hidroponik dengan barisan sayur selada hijau yang tumbuh subur. Suasana ini tampak jelas ketika tim dosen bersama ibu-ibu anggota KWT Kopen SAE berkumpul di tengah rimbunnya tanaman selada hidroponik sambil menunjukkan hasil panen dengan wajah sumringah dan penuh semangat.
Masduki menjelaskan bahwa pemilihan hidroponik sebagai fokus program bukan tanpa alasan. Metode budidaya ini dinilai sesuai dengan karakteristik lahan di kawasan Kopen yang relatif terbatas, namun tetap dapat menghasilkan produk sayuran berkualitas dengan masa panen yang relatif singkat.
“Hidroponik juga selaras dengan semangat ekonomi hijau karena meminimalkan penggunaan pestisida kimia dan lebih efisien dalam penggunaan air dibandingkan pertanian konvensional,” ujar Masduki, Senin (31/8/2026).
Setelah melalui proses pendampingan intensif, KWT Kopen Sae berhasil memanen sayur selada hidroponik dengan hasil yang menggembirakan. Pada panen pertama, pada bulan Juli 2026, kelompok ini berhasil memanen 68 kilogram selada dengan hasil penjualan mencapai Rp 911.000. Tidak berhenti di situ, semangat dan keterampilan yang terus terasah membawa hasil lebih baik pada panen kedua bulan Agustus 2026, yakni sebanyak 69 kilogram selada dengan nilai penjualan Rp 873.000. Penurunan pendapatan ini dikarenakan diskon dalam rangka partisipasi semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

Keberhasilan hasil panen disertai bertambahnya pendapatan penjualan, menjadi indikator nyata bahwa transfer pengetahuan budidaya hidroponik dari tim dosen kepada anggota KWT berjalan efektif. Ibu-ibu KWT kini semakin terampil merawat tanaman, mulai dari pengaturan nutrisi hingga penanganan pascapanen, sehingga kualitas dan kuantitas hasil panen terus meningkat dari satu siklus ke siklus berikutnya.
Salah satu faktor pendukung utama keberhasilan program ini adalah antusiasme tinggi ibu-ibu anggota KWT Kopen SAE yang terlibat aktif dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari pelatihan penyemaian benih, pindah tanam, perawatan harian tanaman, pengemasan hasil panen, hingga sterilisasi instalasi pascapanen. Semangat kolektif ini menjadi modal sosial penting bagi keberlanjutan program.
Kehadiran instalasi hidroponik di Kampung Kopen bukan sekadar menghadirkan sumber pangan sehat bagi warga sekitar, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi ibu-ibu anggota KWT. Dengan bekal pengetahuan pengelolaan keuangan dan pemasaran digital yang telah diberikan selama program berlangsung, hasil panen sayur hidroponik seperti selada diharapkan dapat dipasarkan secara lebih luas.
Sedangkan distribusinya melalui jaringan warung dan pasar tradisional di sekitar Kartasura, maupun melalui platform digital yang menjangkau konsumen di luar wilayah tersebut.
“Dengan capaian hasil panen dan penjualan yang terus meningkat, program ini diharapkan dapat memperkuat peran perempuan dalam perekonomian rumah tangga dan komunitas,” tutur Masduki.
Ke depan, tim dosen UMS berharap kolaborasi dengan KWT Kopen Sae dapat terus berlanjut, termasuk pengembangan skala usaha, diversifikasi jenis sayuran hidroponik, serta penguatan kelembagaan kelompok agar dapat mengakses berbagai program kemitraan usaha lainnya. Program ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi dunia akademik dan masyarakat mampu menghasilkan perubahan positif yang berkelanjutan.
Penulis: Maysali Sudarwati
Editor: Fika Annisa’ Sholihah
Pengabdian
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







