BKKBN dan UMS Bahas Pentingnya Kualitas Penduduk dalam Memanfaatkan Bonus Demograsi di Era 4.0

Dikirim oleh ridlo pada Sen, 11/25/2019 - 08:45
bkkbn-ums2019

Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), sekarang terdapat 63 juta penduduk generasi milenial berada di usia produktif. Angka tersebut menandakan Bonus Demografi sedang dirasakan oleh Bangsa Indonesia. Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN, Dr. dr. Muhammad Yani, M.Kes, PKK mewanti-wanti bonus demografi akan dapat dimanfaatkan secara maksimal apabila penduduk usia produktifnya berkualitas.

Dengan demikian, diharapkan bonus demografi benar-benar menghasilkan karya dan kinerja yang produktif pula. "Begitu pentingnya agar kita tidak melewatkan Bonus Demografi ini sehingga dapat menjadi jendela kesempatan (window of opportunity) bukannya window of disaster (Jendela Bencana)" ujarnya saat memberikan Kuliah Umum di Gedung Auditorium Moh Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Kamis (21/11). Kuliah umum tersebut mengangkat tema "Meningkatkan Kualitas Penduduk dalam Pemanfaatan Bonus Demografi di Era Revolusi Industri 4.0".

Tantangan ke depan menurut Yani tidaklah ringan. Permasalahan remaja begitu kompleks, tingkat pendidikan yang masih terbilang cukup rendah, perilaku hidup yang tidak sehat, seks pranikah, pernikahan usia muda, rokok dan peyalahgunaan narkoba masih kerap terjadi. Berdasarkan survei Demografi dan kesehatan Indonesia, menunjukan 59 persen remaja wanita dan 75 persen pria melakukan seks pranikah diusia 15-19 tahun, 7 persen waninta 15-19 tahun sudah menjadi ibu, serta 55 persen remaja pria merokok.

“Maka dari itu, melalui implementasi pendiidkan kependuduka, generasi muda dapat diarahkkan pada kesadaran bahwa dirinya merupakan elemen penting dalam pembangunan bangsa yang diharapkan dapat berkontribusi nyata,” tambah Muhammad Yani.

Bicara revolusi Industri 4.0 yang saat ini dihadapi, BKKBN menilai penanaman karakter menjadi kunci keberhasilan diera digital ini. Masifnya penggunaaan gawai dikalangan remaja menjadi cukup riskan karena bisa disalahgunakan. Ditambah lagi penyebaran berita hoaks dapat mengacaukan kehidupan masyarakat Indonesia. Maka dengan kuliah umum tersebut, diharapkan mampu memberi pemahaman dan pengetauan pada mahasiswa tentang masalah kependudukan dan bonus demografi. Kegiatan ini dikuti sekitar 350 mahasiswa UMS dari berbagai fakultas yang dimiliki UMS.

Selain kuliah umum, juga dilakukan penandatanganan surat kerjasama antara BKKBN dengan UMS. Penyerahan sarana dan prasarana Pojok Kependudukan dari BKKBN ke UMS juga menjadi rangkaian kuliah umum saat itu. Penandatanganan dan penyerahan sarana dan prasarana, dari UMS diwakilkan oleh Prof. Dr. Muhammad Da’I, M.Si. Apt selaku Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama. (Risqi/Humas)