Fakultas Teknik UMS Adakan Konferensi Internasional Engineering, Peserta dari 6 Negara

Dikirim oleh ridlo pada Sab, 12/14/2019 - 08:16
icetea-2019

Para peneliti dari berbagai negara hadir dalam konferensi internasional yang diadakan oleh Fakultas Teknik UMS di Hotel Alila Solo.  Ketua panitia, Dr. Agus Dwi Anggono mengatakan, ada enam negara yang ikut serta dalam kegiatan ini yakni Malaysia, Vietnam, Laos, China dan Indonesia. Kebanyakan mereka yang  hadir dari perguruan tinggi, LIPI dan juga Batan.

Jumlah keseluruhan makalah ada 200 yang terbagi dalam tiga kategori yaitu ICETIA (International Conference on Engineering, Technology and Industrial  Application), Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri XVIII (RAPI) dan MEST (Mechanical Engineering Science and Technology) International Conference. ICETIA terdapat 123 makalah, RAPI 71 makalah dan MEST 23 makalah.

Dr. Agus Dwi Anggono menambahkan, ICETIA itu membahas tentang  enginerring  mulai dari energi, teknik sipil mesin atau material arsitektur dan teknik kimia skala internasional. Kemudian, untuk RAPI itu bahasannya sama dengan ICETIA namun isunya baru skala nasional dan juga untuk aplikasi industri.

Terakhir, MEST itu membahas tentang material ilmu-ilmu bahan. Setidaknya selama dua hari ini Rabu - Kamis (11-12/12) para peserta mendapatkan ilmu-ilmu baru dalam dunia engineering. Karena para peserta selain datang sebagai pemakalah dan mempresentasikan hasil penelitiannya juga mengikuti seminar dan workshop yang di isi oleh Dr. Ir. Ngafwan M.T   dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS),  Assoc. Prof. Dr. Judha Purbalaksono  dari Universitas Pertamina dan Assoc. Prof. Dr. Angzzas Sari Bini Mohd Kasim dari University Tun Hussein Onn Malaysia.

"Kegiatan ini termasuk dalam rangkaian dari ISETH UMS yang fungsinya untuk mewadahi para peneliti, para praktisi industri untuk mempublikasikan hasil research nya baik ditingkat nasional maupun internasional. Juga untuk meningkatkan eksistensi UMS ditingkat internasional. Target yang ingin kami capai yaitu meningkatkan jumlah publikasi ilmiah UMS dikancah internasional yang terindeks Scopus sehingga bisa meningkatkan  penilaian UMS sendiri ditingkat internasional" tutup Dr. Agus Dwi Anggono. (Bangkit N/Humas)