Lesson Study, Pengembangan Metode Pembelajaran Matematika Kurikulum 2013

Dikirim oleh ridlo pada Sen, 01/15/2018 - 08:21
prof-sutama Nama Lengkap : Prof. Dr. Sutama, M.Pd
NIDN : 0007016002
Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Jabatan Fungsional : Guru Besar
Program Studi : Administrasi Pendidikan
Penyunting Artikel :  

 

Pelajaran matematika merupakan pelajaran dasar yang diajarkan disemua jenjang pendidikan. Mulai dari perhitungan sederhana hingga penggunaan rumus dan operasi bilangan yang membuat pusing kepala. Pada kenyataannya matematika sederhana adalah yang paling sering diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari, lalu mengapa penggunaan rumus dan operasi bilangan yang rumit perlu dipelajari? Adakah cara agar mempelajari matematika lebih mudah?

Mempelajari matematika yang mengharuskan penggunaan rumus dan operasi bilangan nantinya akan diaplikasikan pada kasus studi dan bidang keahlian yang lebih lanjut, sehingga sangat diperlukan untuk menguasi matematika tidak sebatas pada operasi sederhana.

Meskipun matematika sangat dibutuhkan, kita masih sering mendengar bahwa matematika adalah pelajaran paling sulit di sekolah. Padahal pelajaran matematika merupakan pelajaran eksak yang mana rumus dan cara pengerjaannya sudah pasti atau sudah ada panduan tetapnya. Namun mengapa hal tersebut masih membuat matematika sulit dipahami? Hal tersebut ternyata dipengaruhi oleh pembejaran matematika yang tidak efektif.

Alasan proses pembelajaran tidak efektif dapat diuraikan seperti metode pembelajaran monoton, suasana tidak menyenangkan, siswa tidak tertarik dengan apa yang disampaikan oleh guru, guru sebagian besar belum memahami standar isi, guru kurang mampu dalam mengembangkan silabus dan materi pokok, serta guru kesulitan dalam merumuskan indikator. Gaya mengajar guru juga berpengaruh seperti guru masih menekankan orientasi kepada buku, abstrak, serta masih sedikit guru yang menghubungkan materi ajar dengan kehidupan sehari-hari siswa.

Bertolak dengan permasalah tersebut, perlu adanya pengembangan metode pembelajaran. Seperti prinsip yang diusung oleh kurikulum 2013, yakni siswa harus mendapatkan layanan yang bermutu, serta memperoleh kesempatan mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis, dan menyenangkan. Maka tenaga pengajar dalam hal ini adalah guru juga membutuhkan metode pembinaan yang dapat mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu metode yang dapat diaplikasikan adalah Lesson study, yakni merupakan model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegialitas mutual learning untuk membangun komunitas belajar.

Berdasarkan data sample yang dikumpulkan dari hasil uji coba diperoleh hasil kepuasan siswa, hasil belajar matematika, keterampilan guru, pemanfaatan media, kondisi pembelajaran. Hasil disajikan dalam bentuk tabel berikut,

Kepuasan Siswa 22 Siswa 19,70% Tinggi
85 Siswa 62,04% Sedang
25 Siswa 18,24% Rendah
Hasil Belajar 22 Siswa 13,33% Tinggi
116 Siswa 70,30% Sedang
27 Siswa 16,37% Rendah
Ketarampilan Guru 24 Siswa 17,51% Tinggi
90 Siswa 65,69% Sedang
23 Siswa 16,78% Rendah
Pemanfaatan Media 24 Siswa 17,51% Tinggi
89 Siswa 64,96% Sedang
24 Siswa 17,51% Rendah
Kondisi Pembelajaran 23 Siswa 16,78% Tinggi
90 Siswa 65,69% Sedang
24 Siswa 17,51% Rendah
 

Selanjutnya dari data diatas akan diolah kembali untuk menentukan hasil uji normalitas, uji linieritas, uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi yang mana hasil uji tersebut akan menjadi prasyarat sebelum dilakukan uji analisis jalur.

Setelah melalui berbagai tahap pengolahan data, dapat peroleh hasil analisis yang dipaparkan pada diagram jalur berikut,

analisis-jalur

Dengan hasil penelitian tersebut dapat diambil kesimpulan kontribusi keterampilan guru, pemanfataan media dan kondisi pembelajaran sangat berpengaruh terhadap pembelajaran matematika. Maka dalam hal ini dibutuhkan peningkatan keterampilan guru, peningkatan pemanfaatan media dan pengkondisian lingkungan belajar agar menciptakan susasan belajar yang semakin berkualitas dan materi yang disampaikan lebih mudah dipahami.