Peserta ICIIP Dapat Suguhan Budaya Indonesia lewat Cultural Night

Dikirim oleh ridlo pada Sab, 12/07/2019 - 08:18
culture-night2019

Peserta International Conference of Islamic and Indigenous Psychology (ICIIP) tak hanya disibukkan dengan diskusi dan presentasi makalah, tetapi juga disuguhi berbagai pertunjukan seni dalam acara Cultural Night pada Selasa (3/12/2019) malam.

Adapun seni yang ditampilkan adalah seni tari, musik dan juga teater. Semua pemain seni tersebut merupakan mahasiswa yang tergabung dalam Teater Lugu Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Koordinator lapangan, Munisa menuturkan, acara Cultural Night ini mengombinasikan budaya-budaya yang ada di Indonesia mulai dari  Tari Lumajang, Sunda, kemudian untuk musiknya menggunakan musik  Jawa yang digarap secara modern.

Ketua ICIIP, Assoc. Prof. Yayah Khisbiyah, MA menjelaskan, acara Malam Budaya atau Cultural Night memang sengaja dilaksakan di tengah-tengah acara konferensi internasional.

"Kenapa kami mengadakannya di tengah acara konferensi itu karena kami ingin menyuguhkan hal yang lebih santai kepada para tamu terutama tamu-tamu yang  jauh-jauh datang dari berbagai negara seperti Afrika, Malaysia, Jepang, dan Australia. Karena kalau hanya mengikuti acara konferensi yang sifatnya akademik saja tanpa ada hiburan yang lain maka tentu mereka akan jenuh," ungkapnya.

Yayah menambahkan, untuk memberikan warna yang berbeda dalam pembukaan maka diselingi dengan penampilan seni musik gamelan dan kemudian diadakan jamuan makan di kantin tepi danau dengan disuguhkan penampilan-penampilan seni tradisional yang diisi para mahasiswa.

"Melalui acara seperti ini secara tidak langsung kita, UMS sudah menjadi duta budaya yang mewartakan bagaimana UMS mampu merawat khasanah kesenian  termasuk kesenian tradisional dan terlihat mereka senang dengan pertunjukkan-pertunjukkannya" tutup Yayah. (Bangkit N/ HUmas)