Tapak Suci UMS Boyong 3 Medali di Kejurnas Pencak Silat UPN Yogyakarta

Dikirim oleh ridlo pada Sab, 02/15/2020 - 13:58
kejurnas-pencaksilat

Tim atlte Tapak Suci Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi di kejuaraan nasional Pencak Silat yang digelar di UPN Yogyakarta, Kamis (13/2/2020). Kejurnas tersebut berlangsung selama lima hari, Minggu-Kamis, (9-13/2) kemarin. UMS mengirim sebanyak 13 atlet yang terdiri dari 9 kelas tanding, 1 seni tunggal dan 3 seni regu. 

Ketua Tapak Suci UMS, Baghaz Hasbi menerangkan, tim pada kejurnas ini baru kelas tanding yang mendapat medali. Medali emas berhasil diotrehkan oleh Faris Arman Sa'd yang turun dikelas I putra. Perunggu diraih oleh Ginting Baharudin Putra yang turun dikelas C putra dan Rasno yang turun di kelas D Putra.

"Untuk kelas seni baik regu dan tunggal kami sudah sampai final namun belum jadi juara pertama. Sehingga belum mendapat medali, karena khusus kelas seni itu yang diambil hanya juara pertama saja," terang Baghaz.

Senada dikatakan pelatih kepala, Nur Subekti, M.Or yang mengatakan bahwa di Kejurnas ini sebagai ajang pemanasan saja sebagai uji coba tim atlet Tapak Suci UMS. "Kejuaraan ini merupakan kegiatan yang dijadikan oleh Tim Atlet Pencak Silat UMS sebagai tempat uji coba/try out guna mengukur kemajuan latihan dan sekaligus evaluasi kelebihan dan kelemahan masing-masing atlet," katanya.

Lanjut Bekti, Kejurnas di UPN Yogyakarta ini kalau dilihat dari segi persiapan jangka panjang bukan menjadi target utamanya. “Apalagi melihat squad yang kami turunkan kebanyakan atlet-atlet baru yang belum memiliki latar belakang atlet professional ketika masih pelajar dan memang saya sebagai pelatih lebih memprioritaskan pada atlet-atlet baru yang belum pernah merasakan event nasional. Sehingga untuk target sendiri saya tidak terlalu muluk-muluk, saya hanya menginginkan para atlet dapat memberikan performa terbaik mereka." 

"Sehingga dengan hasil 1 emas dan 2 perunggu ini kami merasa sudah sangat sesuai dengan target. Jika dilihat dari fase latihan mereka semua belum pada performa puncak, namun mereka masih mampu meraih medali. Ini menurut kami hasil yang sangat baik. Dan bagi para atlet yang belum berhasil meraih medali jika ditinjau dari catatan progres latihan mereka semua sebagian sudah menunjukkan peningkatan, walaupun belum 100 persen" imbuhnya.

Nur Subekti juga menjelaskan bahwa sebenarnya jika dua atlet senior Tapak Suci UMS diturunkan berpeluang menambah dua emas. "Sebagai pelatih dan melihat potensi jangka panjang, sehingga saya memilih untuk mengistirahatkan dua atlet senior agar fokus ke Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua Oktober 2020 mendatang. Pasalnya atlet yang berjaya di PON berpeluang dilirik dan masuk ke squad pelatnas sehingga bisa bermain di Sea Games, Asian Games dan kejuaraan internasional lainnya".

"Pada prinsipnya menjadi juara butuh proses dan prosesnya adalah dengan latihan dan uji coba-uji coba dalam pertandingan. Semakin mereka sering bertanding maka semakin matang baik secara fisik, teknik, taktik dan mental bertanding," tutup Bekti. (Bangkit N/Humas).