UMS Kirim Relawan Bantu Korban Banjir di Jabodetabek

Dikirim oleh ridlo pada Kam, 01/09/2020 - 09:03
relawan-ums-ke-jabodetabek

Wilayah Jabodetabek dan sekitarnya dilanda bencana banjir awal tahun 2020 ini. Kondisi tersebut Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) merasa terpanggil untuk turut meringankan beban saudara-saudara di wilayah itu yang terkena musibah banjir.

Kampus UMS mengirimkan relawannya ke lokasi bencana membantu para korban bergabung dengan relawan Persyarikatan Muhammadiyah lainnya yang sudah berjibaku di lokasi bencana. Para relawan Muhammadiyah itu dikoordinir oleh MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center).

“Komitmen untuk selalu memberikan kontribusi di lokasi bencana manapun selalu dijalankan oleh UMS. Setiap kali ada saudara kita yang mengalami musibah, UMS selalu mengirimkan relawannya maupun dalam bentuk bantuan finansial dan lainnya. Komitmen membantu sesama ini sudah menjadi tradisi di Muhammadiyah,” ungkap Rektor UMS Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si, Senin (7/1/2010).

Ia mengatakan, UMS mengirimkan tim relawannya untuk membantu korban banjir di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya. Tim relawan yang diterjunkannya kali ini melibatkan para anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UMS. Kemudian bekerjasama dengan Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) Muhammadiyah atau  Muhammadiyah Disaster Management Center.

"Kali ini relawan UMS terdiri dari Hizbul Wathan, Menwa dan Malimpa UMS. Kami bekerjasama dengan Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) Muhammadiyah. Mereka nanti yang akan mengkoordinir para relawan dari kampus,” sambungnya.

Para relawan tersebut, bertolak dari UMS menuju Jakarta pada hari Sabtu (4/1/2020). Relawan tersebut ditugaskan selama dua Minggu ke depan. Namun Sofyan Anif menjelaskan, penugasan tersebut bisa saja diperpanjang ataupun pergantian tim relawan, dilihat dari evaluasi dan perencanaan saat di lapangan nantinya.

"Kemarin UMS mengirimkan 6 relawan, untuk sementara penugasannya selama dua Minggu. Nanti kita evaluasi, kalau memang masih dibutuhkan Tenaga relawan, kita jalan lagi. Bisa kita tambah atau jalan dengan tim yang sama ataupun bergantian. Semua lihat kondisi di lapangan," ungkapnya.

Saat dimintai keterangan daerah mana sajakah yang akan dibantu oleh UMS, Rektor mengatakan akan difokuskan terlebih dahulu di wilayah DKI dan Bogor. "Kemarin kita fokus dulu membantu para korban yang ada di DKI sampai Bogor," katanya.

Rektor juga berharap, dengan pengiriman relawan UMS kali ini, kehadiran mereka bisa membantu korban bencana banjir. "Ini menjadi komitmen kami, di titik manapun saat bencana terjadi khususnya di Indonesia, kami ingin berkontribusi dengan memberikan pertolongan atau bantuan kepada para korban," pungkasnya.

Sementara Akhmad Khoriul salah satu relawan yang diberangkatkan, mengatakan aktivitas relawan UMS bergabung dengan potensi relawan yang dimiliki Muhammadiyah, sementara ini mendapat tugas untuk menangani tumpukan sampah yang berserakan di banyak titik. Selain itu menganalisis daerah-daerah yang masih rawan terjadi bencana susulan dan dikoordinasikan dengan MDMC. "Tim UMS dibagi menjadi dua, Tim 1 di Cililitan, Tim 2 di Jakarta Barat," kata Khoriul saat dihubungi Humas UMS, Senin (6/1/2020). (Risqi/Humas)