Bahasa Indonesia Resmi Diajarkan di Universitas Al Azhar Mesir, UMS dan UGM Serta UIN Malang jadi Pelopor

Dikirim oleh ridlo pada Kam, 10/10/2019 - 11:48
buka-prodibahasa-alazhar

Bahasa Indonesia resmi diajarkan di Universitas Al-Azhar Mesir. Program pembelajaran Bahasa Indonesia di Mesir tersebut dilaunching dan diresmikan oleh Rektor Universitas Al-Azhar Prof. Dr. Muhammad Husein Al-Mahrosowi, Duta Besar RI Helmy Fauzi, Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Prof. Dr. Sofyan Anif M.Si, Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono dan Wakil Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Dr. Isyroqun Najah, Rabu 9 Oktober 2019 bertempat di Universitas Alzhar Mesir. Ketiga universitas tersebut menjadi pelopor program tersebut.

Pembelajaran Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar adalah bentuk kerjasama tiga universitas terkemuka di Indonesia dengan Al-Azhar yakni UMS, UGM dan UIN Malang. Bahasa Indonesia menjadi bahasa asing ke-16 yang diajarkan di Universitas Al-Azhar. Bahasa Indonesia menempati urutan ke-6 bahasa yang sering digunakan didunia.

Rektor Al-Azhar menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada KBRI Kairo yang telah memfasilitasi dan menjadikan bahasa Indonesia sebagai mata kuliah di Fakultas Bahasa dan Tarjamah Universitas Al-Azhar yang ke depan akan dijadikan sebagai program studi.

Ini merupakan bentuk kongkrit kerjasama, Indonesia membantu Universitas Al-Azhar dalam membuka Prodi Bahasa Indonesia di universitas terkemuka di Mesir. Rektor UMS merasa bangga kampus yang dipimpinnya bisa memasyarakatkan Bahasa Indonesia di kancah internasional. Karena itu pihaknya akan mendukung secara total.

"Kami mensupport penuh pembukaan Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al Azhar Mesir ini, terlebih lagi ini bagian dari tanggungjawab kami sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Selain UMS, juga ada UGM dan UIN Malang yang terlibat dalam pembukaan Prodi Bahasa Indonesia di Mesir ini," papar Rektor UMS, Prof Sofyan Anif M.Si.

Sofyan Anif menambahkan, pembukaan Prodi Bahasa Indonesia di universitas terkemuka di Mesir ini bukan hanya untuk kepentingan UMS dan Muhammadiyah semata melainkan jauh lebih strategis adalah untuk kepentingan rakyat dan bangsa Indonesia. Ini menunjukkan bahwa Bahasa Indonesia diakui dan mendapat tempat di hati orang-orang Mesir.

“UMS merasa punya tanggung jawab besar untuk bangsa. Mengapa kami support penuh karena dalam pembukaan pembukaan prodi ini UMS berkepentingan sebagai leading sector Perguruan Tinggi Muhamamdiyah (PTM). Apalagi Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) di Mesir sudah berdiri tegak dan siap mendukungnya secara total,” tambah Sofyan Anif.

Duta Besar Indonesia untuk Mesir juga berterima kasih dengan UMS, UGM dan UIN Malang yang menggandeng Universitas Al Azhar dalam mengenalkan dan memasyarakatkan Bahasa Indonesia sebagai bahan kajian ilmu di Universitas Al Azhar yang merupakan perguruan tinggi bergengsi di negara tersebut. “Selaku wakil dari pemerintah, kami mengucapkan terimakasih kepada UMS, UGM dan UIN Malang atas prakarsa pembukaan Prodi BI di Al Azhar. Ini sangat bagus bagi pengembangan dan makin mengenalkan bahasa Indonesia di Timur Tengah,” ungkapnya.

Dubes juga berharap Bahasa Indonesia makin dikenali dan diminati oleh para mahasiswa di Universitas Al Azhar. Pihaknya juga siap membantu untuk kepentingan kerjasama antar perguruan tinggi tersebut.

Sementara itu, Rektor UGM mengaku senang dengan pembukaan Prodi Bahasa Indonesia di Mesir yang diinisiasi ketiga kampus tersbut. “Saya selaku pimpinan UGM merasa senang dengan adanya program ini. Apa yang kami lakukan adalah sebagai bhakti UGM untuk negeri,” paparnya.

Sebelum melakukan penandatanganan MoU dengan Universitas Al Azhar, rombongan dari UMS, UGM dan UIN Malang juga menyempatkan bersilaturahmi dan jamuan makan dengan jajaran Kedutaan Besar Indonesia untuk Mesir. Dalam ramah tamah tersebut Rektor UMS didaulat menyanyikan lagi Sewu Kutho milik Didi Kempot. Sedangkan rektor UGM didaulat menyanyikan lagu Yogyakarta. 

Seperti diketahui, Rektor UMS, Prof Dr Sofyan Anif tengah berada di Mesir untuk menjalin kerjasama dengan sejumlah universitas di Negeri Piramida tersebut sejak Sabtu (5/10/2019).

Kunjungan Rektor beserta rombongan tersebut dalam rangka kerjasama pendidikan dengan beberapa universitas di Mesir, khususnya universitas Al-Azhar Mesir. Rektor UMS bersama Rektor UGM dan UIN Malang menjalin kerjasama dengan Al-Azhar dalam rangka pembukaan pembelajaran Bahasa Indonesia di Fakultas Bahasa dan Tarjamah Universitas Al-Azhar.

Kunjungan ke Mesir ini, juga merupakan kunjungan balasan kepada Rektor Al-Azhar Prof. Dr. Muhammad Husein Al-Mahrosowi dan Grand Syaikh Prof. Dr. Ahmad At-Thoyyib yang pada tahun 2018 lalu berkunjung ke Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Pimpinan Pondok Pesantren Tazakka KH. Anizar Masyhadi ikut mendampingi dan bersama Atase Pendidikan KBRI Kairo yang memetakan kerjasama dengan beberapa universitas di Mesir tersebut.

Romgbongan juga menyempatkan sholat di Masjid Agung Al-Azhar Kairo, Ahad (6/10/2019). Ikut dalam rombongan tersebut Guru Besar UGM dan Mantan Atase Pendidikan KBRI Kairo Prof. Dr. Sangudi. (Humas)