Visi & Misi

Filosofi

”Wacana Keilmuan dan Keislaman” yang berarti menumbuhkan kepribadian yang menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, untuk mengabdi secara ikhlas kepada Allah dan memberi manfaat kepada sesama umat.

Visi

Visi Universitas Muhammadiyah Surakarta adalah bahwa pada tahun 2029, Universitas Muhammadiyah Surakarta menjadi Pusat Pendidikan dan Pengembangan IPTEKS yang Islami dan memberi arah perubahan.

Misi

Misi Universitas Muhammadiyah Surakarta mengemban dua misi utama, yaitu:

  • Mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni sebagai bagian dari ibadah kepada Allah (integrated) yang memberi impak terwujudnya masyarakat utama.
  • Mengembangkan sumberdaya manusia berdasarkan nilai-nilai keislaman dan memberi arah perubahan dalam rangka mewujudkan masyarakat utama.

Tujuan

  • Menjadi universitas yang unggul di bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
  • Menghasilkan lulusan berkualitas yang mengamalkan nilai-nilai Islam.
  • Menjadi universitas yang sustainable (berkelanjutan) dengan tata kelola yang baik.

Sasaran

  • Penguatan reputasi UMS di tingkat nasional dan internasional.
  • Akselerasi kinerja bidang penelitian, pengabdian pada masyarakat, dan publikasi ilmiah yang berbasis pada kebutuhan pemangku kepentingan.
  • Kepeloporan dalam pendidikan Islami yang berkemajuan.
  • Pemantapan pengelolaan aset.
  • Penataan kelembagaan dan kepegawaian.
  • Optimalisasi IT untuk pengelolaan lembaga.
  • Penguatan struktur pendanaan, transparansi dan akuntabilitas tata kelola keuangan.

Filosofi Pendidikan

Filosofi pendidikan yang menjadi dasar dan inspirasi bagi penyelenggaraan pendidikan di Universitas Muhammadiyah Surakarta adalah mewujudkan pendidikan yang menghantarkan setiap anak didik menjadi umat terbaik yang memberi rahmat bagi seluruh alam melalui 3 pilar penting berikut:

  • Humanisasi, pendidikan yang dijalankan dengan memaksimalkan keunikan potensi setiap pribadi (fitrah) anak didik untuk membentuk pribadi yang baik, jujur, adil, bertanggung jawab, dan perilaku baik lainnya.  
  • Liberasi, pendidikan dilakukan untuk menginspirasi anak didik untuk selalu berfikir kritis, dialogis, kreatif, inovatif, dan berperan aktif dalam memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan sosial dalam tatanan masyarakat.
  • Transendensi, pendidikan yang dilakukan berdasar nilai-nilai keimanan sebagai bentuk penghambaan kepada Tuhan.

Filosofi ini merupakan pemaknaan terhadap Q.S. Ali Imron ayat 110