
Deskripsi
Mata kuliah Muqaranah at-Tafasir membahas perbandingan berbagai corak dan metode tafsir Al-Qur’an yang berkembang dalam tradisi keilmuan Islam, baik klasik maupun kontemporer, dari berbagai latar belakang mazhab, geografis, dan metodologis. Mahasiswa diajak untuk mengkaji dan menganalisis pendekatan para mufassir dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an serta memahami faktor historis, sosial, dan ideologis yang memengaruhi lahirnya perbedaan penafsiran. Dengan pendekatan kritis dan interdisipliner, mata kuliah ini bertujuan menumbuhkan sikap ilmiah, toleran, dan integritas akademik dalam studi tafsir.
Capaian Pembelajaran
- mahasiswa mampu Menjelaskan konsep dan ruang lingkup tafsir muqāran.
- mahasiswa mampu Mengidentifikasi faktor-faktor perbedaan penafsiran.
- mahasiswa mampu Membandingkan penafsiran mufassir secara metodologis dan substantif.
- mahasiswa mampu Melakukan analisis kritis terhadap argumentasi tafsir yang berbeda.
- mahaiswa mampu Menyusun karya tafsir muqāran berbasis penelitian akademik.
Yang Kamu Pelajari
1. Pengantar Muqaranah at-Tafasir (Definisi, ruang lingkup, dan urgensi kajian perbandingan tafsir), 2. Klasifikasi Tafsir dan Coraknya (Jenis-jenis tafsir: ma’tsūr, ra’y, isyārī, maudhū‘ī, dan adabī-ijtimā‘ī), 3. Latar Belakang Sosial dan Historis Mufassir (Pengaruh kondisi politik, sosial, budaya, dan mazhab terhadap corak penafsiran para mufassir), 4. Metodologi Tafsir Klasik (Analisis perbandingan pendekatan dan metode mufassir klasik seperti al-Ṭabarī, al-Zamakhsharī, dan al-Rāzī), 5. Metodologi Tafsir Modern dan Kontemporer (Perbandingan pendekatan tafsir modern seperti al-Manār, Fi Ẓilāl al-Qur’ān, al-Mīzān, dan Tafsir al-Miṣbāḥ), 6. Tafsir Nusantara dan Lokalitas (Karya-karya tafsir lokal berbahasa Melayu, Jawa, Sunda, dan Bugis serta pendekatan budaya dalam penafsiran), 7. Tema Khusus: Ayat Hukum (Perbandingan pendekatan mufassir klasik dan modern terhadap ayat-ayat hukum dalam Al-Qur’an), 8. Tema Khusus: Ayat Aqidah dan Teologi (Perbandingan tafsir terkait isu-isu teologis seperti sifat Allah, takdir, dan kenabian), 9. Tema Khusus: Ayat Sosial dan Kemanusiaan (Tafsir tentang keadilan sosial, hak perempuan, lingkungan hidup, dan pluralisme dalam masyarakat), 10. Sebab-sebab Ikhtilaf dalam Tafsir (Faktor-faktor penyebab perbedaan penafsiran di kalangan mufassir dan implikasinya terhadap produk tafsir), 11. Tafsir Tematik Komparatif (Perbandingan penafsiran terhadap tema tertentu dalam berbagai karya tafsir lintas era dan mazhab), 12. Tafsir Interdisipliner (Integrasi tafsir dengan pendekatan ilmu lain seperti sosiologi, sejarah, filsafat, dan ilmu sains), 13. Etika Akademik dalam Kajian Tafsir (Aspek integritas, kejujuran ilmiah, orisinalitas karya, dan penghindaran plagiarisme dalam studi tafsir), 14. Presentasi Kajian Komparatif dan Evaluasi (Presentasi hasil studi perbandingan mahasiswa serta evaluasi keseluruhan terhadap capaian pembelajaran dan tantangan dalam studi tafsir).
Item Penilaian
Komponen penilaian dalam mata kuliah Muqaranah at-Tafasir dirancang untuk mencerminkan pencapaian pembelajaran dari aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Pertama, aspek kehadiran dan partisipasi aktif sebesar 10% menilai keterlibatan mahasiswa dalam diskusi kelas, kehadiran minimal 80%, serta kontribusi dalam kegiatan ilmiah seperti bertanya atau memberi tanggapan. Kedua, tugas rutin mingguan berupa resume atau refleksi terhadap bacaan tafsir diberikan bobot 15%, yang mengukur kemampuan mahasiswa memahami isi teks dan mengaitkannya dengan nilai-nilai kemanusiaan dan etika akademik.
Selanjutnya, analisis perbandingan karya tafsir, sebagai tugas tengah semester, memiliki bobot 20%. Tugas ini menilai kemampuan mahasiswa membandingkan metode dan pendekatan dua mufassir terhadap tema tertentu secara kontekstual dan metodologis. Penyusunan esai ilmiah diberi bobot 20%, dengan penilaian pada aspek keaslian, sistematika, kekuatan argumen, serta penggunaan sumber tafsir yang tepat. Untuk menanamkan kesadaran etika ilmiah, dokumentasi dan pengelolaan referensi tafsir juga dinilai sebesar 10%, di mana mahasiswa diharapkan menggunakan alat bantu seperti Zotero atau Mendeley untuk mencegah plagiasi.
Kemudian, presentasi kelompok mendapat porsi 15% dan ditujukan untuk menilai kemampuan mahasiswa menjelaskan tema-tema khusus dalam tafsir (seperti ayat hukum, aqidah, sosial) secara komparatif dan komunikatif. Terakhir, ujian akhir berupa portofolio atau ujian tertulis diberikan bobot 10%, untuk mengukur pemahaman menyeluruh mahasiswa terhadap corak, pendekatan, dan faktor historis dalam perkembangan tafsir klasik dan modern. Seluruh komponen penilaian ini dirancang untuk membentuk kompetensi akademik yang integratif, kritis, dan etis sesuai dengan tujuan mata kuliah.


