Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali melahirkan doktor baru dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Rabu (17/12/2025) di Ruang Amfiteater Fakultas Agama Islam UMS.
Sidang terbuka promosi doktor tersebut mengukuhkan Muhammad Muhtar Arifin Sholeh sebagai doktor baru jebolan PAI UMS. Pria yang akrab disapa Muhtar itu mengusung disertasi bertajuk “Analisis Korelasi Antara Simbolisme Shalat dan Ekspresi Ketaqwaan dalam Perspektif Pendidikan Agama Islam: Studi Pada Jamaah Pengajian di kota Semarang”.
Muhtar menjelaskan Islam mengajarkan pentingnya menunaikan ibadah salat. Namun, penelitian mendalam yang ia lakukan justru menemui sejumlah individu yang lalai melaksanakan salat. Disertasi Muhtar mengkaji fenomena salat di kalangan masyarakat dengan mencari hubungan antara salat dan implikasinya terhadap pembentukan karakter religius seseorang.
“Rumusan masalah yang ada di dalam disertasi saya adalah yang pertama, bagaimana hubungan korelatif antara simbolisme salat dan ekspresi takwa. Yang kedua, bagaimana hubungan korelatif antara simbolisme salat dan pendidikan akan Islam. Yang ketiga, bagaimana hubungan korelatif antara pendidikan agama islam dengan ekspresi ketakwaan,” jelasnya.
Penelitian Muhtar menggunakan teori simbol, teori salat, dan teori takwa dengan sampel responden pada jamaah pengajian Kota Semarang. Hasil menunjukan umat Islam banyak yang melaksanakan salat, tetapi tidak sepenuhnya memahami makna simbolis di dalamnya.
“Simbol-simbol salat itu diturunkan, mulai dari syarat salat, kemudian ada rukun-rukun salat yang termasuk dalam bacaan-bacaan dan gerakan-gerakan salat yang ada dalam salat jamaah, menggunakan simbol di dalamnya,” tutur Muhtar.
Berbeda dari penelitian lainnya, Muhtar menawarkan konsep kebaruan dalam memaknai salat yang tidak hanya dinilai dari sudut pandang ilmu fiqih. Lebih jauh dari itu, salat mencerminkan nilai-nilai spiritual, kedisiplinan, dan kesadaran yang memperkuat ketakwaan individu kepada Allah SWT.
Penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif itu menemukan hubungan positif yang mengulik makna simbolis setiap gerakan salat dalam dunia PAI. Pemahaman dalam setiap gerakan simbolis shalat memudahkan individu dalam mengimplementasikan nilai-nilai tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari.
“Simbolisme salat dan PAI tu juga berhubungan positif signifikan. Artinya, pemahaman terhadap simbolisme salat, pemahaman tentang salat memperkaya proses pembelajaran PAI,” ungkapnya.
Muhtar menekankan pendidikan agama Islam berperan penting dalam memperdalam pemahaman nilai-nilai keagamaan. Pembentukan perilaku spiritual yang konsisten dengan ajaran Islam, serta pengetahuan pendidikan yang berorientasi pada nilai religius akan mendorong internalisasi dalam praktik sehari-hari. Hal ini akan berdampak pada peningkatan ketakwaan.
Promotor Prof. Dr. Waston, M.Hum., mengapresiasi keberhasilan akademik ini. “Perjalanan menembus studi doktor bukanlah perjalanan singkat dan ringan. Ia menuntut ketajaman berpikir, keteguhan hati, dan kesabaran yang panjang. Karena itu, keberhasilan hari ini tidak hanya mencerminkan kecerdasan intelektual, tetapi juga kematangan pribadi dan spiritual empiris,” puji Waston.
Waston berharap penelitian Muhtar dapat membuka penelitian-penelitian akademik selanjutnya dengan cakupan yang lebih luas. Sebab, sangat penting terjadi integrasi pemahaman simbolisme dan nilai-nilai yang terkandung dalam salat, sehingga ketakwaan tidak hanya dipahami secara kognitif.
Penulis: Roselia
Editor: Fika Annisa’ Sholihah
Kerja Sama
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







