
Dosen FK UMS Raih Penghargaan E-Poster Terbaik ISMOAC 2026
Poster dosen UMS berisi kajian pemanfaatan AI dalam penelitian perawatan intensif obstetri global.

Mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Mochammad Tabriz Azenta mendapatkan berbagai kejuaraan biologi tingkat nasional. Selain jago lomba, Azenta juga aktif terlibat di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas.
Menariknya, di tahun ini, mahasiswa semester 2 itu mendapatkan medali emas olimpiade biologi di ajang Indonesia Olympic of Science 2023, kemudian memperoleh medali perak olimpiade biologi di ajang Olimpiade Nusantara Sains dan Soshum 2023 yang diselenggarakan oleh BEM Universitas Jenderal Soedirman, dan mendapatkan medali perunggu olimpiade biologi di ajang OSSN (Olimpiade Sains Siswa Nasional) 2023.
Azenta mengungkapkan bahwa dirinya sudah sering mengikuti perlombaan di masa SMA. Menurutnya, motivasi dalam mengikuti perlombaan adalah mencoba hal lain dan menambah value atau nilai, sehingga kita tidak hanya berpikir soal kuliah atau nilai IPK saja, tetapi bisa melakukan kompetisi dan aktif di UKM dan organisasi kampus.
“Di samping itu, saya punya teman-teman yang saling memberikan informasi perlombaan, baik mata pelajaran biologi maupun matematika. Selain itu, cara saya untuk menyeimbangkan antara akademis, prestasi, dan organisasi diatur sedemikian rupa. Untuk kegiatan di luar akademik, saya sudah menyesuaikan dengan kesibukan mahasiswa FK UMS sehingga insya Allah tidak ada yang tabrakan jadwal,” ungkap mahasiswa FK UMS itu, Selasa (11/7).
Dari beberapa proses perlombaan yang dilalui Azenta, rata-rata dilakukan secara online. Sehingga pelaksanaan lombanya menggunakan aplikasi sesuai pentujuk teknis lomba.
Dekan Fakultas Kedokteran UMS, Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, M.Kes., Sp.KK., Dipl.STD-HIV/AIDS., FINSDV., FAADV. menyampaikan rasa syukur karena mahasiswanya mampu membuktikan prestasi dan menjadi inspirasi bagi teman-temannya.
“Kita tahu, Azenta beberapa kali menjuarai perlombaan dan konsisten ikut lomba, maka kami mengapresiasi dengan menginformasikan kejuaraan tersebut baik di website, Instagram, dan Facebook. Selain itu, dia bisa menjadi asisten dosen untuk mata kuliah Biologi Molekuler dengan golden ticket atau tanpa seleksi,” jelas Dekan FK UMS itu.
Menurut dr. Flora, dengan capaian prestasi yang diperoleh Azenta saat ini dapat memotivasi mahasiswa lain, baik dari mahasiswa jenjang sarjana maupun profesi untuk sadar prestasi.
“Dengan diperolehnya kejuaraan ini, semoga mahasiswa semakin rendah hati serta selalu ingat bahwa keberhasilan ini semata dari Allah subhanahu wata’ala dan doa orang tua. Orang tua di sini juga jangan hanya diartikan sebagai orang tua yang berada di rumah, tetapi orang tua di kampus, yaitu bapak-ibu dosen,” ungkapnya.
Dia berpesan untuk mahasiswa FK UMS, jangan menjadi mahasiswa yang pasif, karena masa muda itu indah untuk dinikmati.
“Tetaplah mencoba untuk mengikuti kompetisi sesuai dengan kemampuan. Fakultas maupaun universitas selalu mendukung mahasiswa berprestasi di bidang apapun, baik individu atau beregu sama bagusnya,” pungkasnya.

Poster dosen UMS berisi kajian pemanfaatan AI dalam penelitian perawatan intensif obstetri global.
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.