Dalam agenda Sumpah Profesi Insinyur Angkatan VIII Program Profesi Insinyur (PPI) Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kuliah umum keinsinyuran. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Auditorium Mohammad Djazman UMS, Sabtu (1/2/2025).

Kuliah umum tersebut mengangkat tema “Inovasi Teknologi Berkelanjutan: Mengintegrasikan Kearifan Lokal dalam Pengembangan Produk Teknologi”. Adapun para pembicara meliputi: Dr. T. Ir. Herry Ludiro Wahyono, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng. (Ketua Persatuan Insinyur Indonesia Wilayah Jawa Tengah) dan Ir. Alpha Febela Priyatmono, M.T. (Ketua Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan Kota Surakarta).

Herry Ludiro menyampaikan tentang dampak kegagalan bangunan akibat malapraktik konstruksi. Menurutnya, tugas insinyur ketika praktik konstruksi adalah memperhatikan kesehatan, keselamatan, kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat, dan kelestarian lingkungan.

“Yang tidak boleh adalah malapraktik. Malapraktik terjadi ketika insinyur mulai berani melanggar etika profesi,” kata Herry.

Kegagalan bangunan harus dipahami sebagai dampak dari pembiaran dan keterlambatan respons perbaikan kerusakan konstruksi atau kecelakaan konstruksi selama siklus proyek sehingga produk konstruksi tidak manfaat.

Herry juga menekankan pentingnya membangun komunikasi yang efektif dengan beberapa pihak yang terlibat dalam konstruksi bangunan. Hal itu agar bangunan dapat terbangun sesuai rencana. Penilaian kegagalan bangunan juga perlu dilakukan untuk memastikan apakah bangunan konstruksi dapat digunakan atau tidak.

Usai membahas malapraktik konstruksi, pembicara kedua, Alpha Febela, turut membahas pengembangan kawasan. Pria yang menjadi Ketua Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan Kota Surakarta itu mencontohkan batik sebagai salah satu warisan dunia yang dapat digunakan untuk pengembangan kawasan.

“Potensi suatu kawasan bisa dilihat dari berbagai hal. Biasanya melihat dari sejarah-sejarah dan potensi saujana (alam dan budaya),” ungkap dosen senior UMS itu.

Unsur yang dikembangkan dari suatu kawasan dapat bersifat pribadi, komunitas, atau masyarakat setempat. Unsur tersebut selanjutnya dibuat konsep pembangunan potensi kawasan menuju pembangunan berkelanjutan dengan memperhatikan beberapa hal.

Beberapa unsur yang diperhatikan adalah ramah lingkungan, teknologi, unsur kreatif inovatif, kerja sama dengan pemerintah, perguruan tinggi, hingga organisasi nonpemerintahan.

“Kombinasi inilah kalau bisa terwujud dengan baik dan bisa menggali potensi, itulah yang akan menjadi konsep pembangunan berkelanjutan,” tutur Alpha.

Menurutnya, menentukan unsur adalah hal paling sulit karena berkaitan dengan nilai-nilai sosial dan budaya. Selain konsep pembangunan berkelanjutan, Alpha juga menekankan pentingnya mengonsep sebuah kawasan menuju industri dan pariwisata kreatif.


Penulis: Maysali

Editor: Gede

Karya Mahasiswa

image-featured
5 Juni 2026

Some journeys point outward. Akimana Cedrick’s has been the other direction. His years in Indonesia are measured inward.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
30 April 2026

She once thought Komodo lived everywhere in Indonesia. Now she studies in the homeland of the dragon.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
17 Maret 2026

Students learn ethics, pass the exam, and walk out unchanged. A Bangladeshi researcher wanted to know why.

sdgs-label
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.